Manusia tempatnya dosa dan manusia tak ada yang sempurna. Semua pasti pernah melakukan yang namanya kesalahan. Tak ada yang berhak untuk menghakimi, selain sang pencipta. Sama halnya dengan Ali. Dia memang kejam dan terkesan tak berperasaan. Tapi, dibalik itu semua, dia hanya manusia biasa yang terkadang khilaf dalam melakukan sesuatu. Seperti dia memperlakukan Prilly. Menyakiti perempuan itu atas nama dendam yang dia rasakan. Di hadapannya, sosok Bimo berdiri dengan nafas yang memburu dan tatapan tajam yang dilempar ke arahnya. Sedangkan di sampingnya ada Mamanya yang menangis dengan kedua tangan merengkuh tubuhnya yang lemah. "Dimana putriku? Kau apakan putriku, b******k!" Bimo nyaris kembali melayangkan bogemnya pada Ali namun ditahan oleh Risma yang langsung berdiri di hadapan Bimo

