Ali dibawa ke rumah sakit dan sekarang ditangani oleh pihak medis. Renata dan Risma menunggu dengan cemas keadaan Ali di depan ruangan tempat Ali ditangani pihak medis. Renata mondar-mandir dengan perasaan kalut. Tangisnya tak kunjung reda saat pikiran buruk melintas. Sedangkan Risma, wanita itu duduk di kursi tunggu dengan kepala tertunduk. Mulutnya tanpa henti bergumam kalimat, "Tidak mungkin... tidak mungkin... tidak mungkin." Mengusap air matanya, Renata mendekati Risma. Memeluk wanita itu dengan satu tangan mengusap punggung gemetar Risma. "Ali pasti baik-baik saja. Tenangkan diri Mama," gumamnya lirih. Risma beringsut menjauh, memberi jarak dengan Renata. Risma melempar tatapan tajamnya pada Renata. Rasa benci yang dia rasakan kini semakin menggunung. Apalagi setelah mendengar ken

