| Ex Husband • 17 |

1964 Words

Risma duduk di kursi panjang. Tatapannya kosong mengarah pada pintu bercat putih di depannya. Matanya berkaca-kaca, tak mampu menahan sesak di dadanya. Nafasnya memburu menandakan jika emosinya saat ini tidak stabil. Ingatannya jatuh pada kejadian di masa lalu. Tentang asal mula hingga berakhirnya kejadian pahit itu. Dia tidak menyangka kejadian pahit di masa lalu terkuak sekarang, dimana dia ingin menghapus semua kenangan pahit itu. Menunduk, Risma menangis. Tangis yang sedari tadi dia tahan dimana mulutnya dengan lancar mengungkapkan pernyataan mengejutkan di hadapan Ali dan Renata. Demi apapun, Risma tidak memikirkan sehancur apa perasaan Renata karena dia telah muak dengan semuanya. Dia membenci sesuatu yang berada di masa lalu. Termasuk segumpal darah yang telah menjadikan daging.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD