Seperti yang telah lalu, aku kembali berbincang dengan orang (iyalah, masa sama binatang) maksudnya beberapa orang. Salah seorang berkata, "kadang ada orang kalau lagi ceramah suka nyindir-nyindir gitu, yang akhirnya orang lain merasa tersinggung. ".
Perbincangan ini terjadi di dalam masjid dan saat itu aku duduk bertiga saja. Sepontan aku jawab, " Ya, memang kalau ceramah itu akan mengenai beberapa keadaan orang.".
"Iya, karna yang disampaikan adalah ayat dan hadits.", sambung yang lain.
"Memang betul, tapi tidak harus nyindir-nyindir, gunakan cara yang lembut dan secara sedikit-sedikit.", balas orang awal tadi.
" Nah! kalau memang begitu, jika dia inginkan secara sedikit-sedikit dan perlahan-lahan maka sarankan orang itu ikut kajian.", jawabku.
Pembicaraan berlansung lama dengan berbagai macam topik. pada akhirnya waktu isya hampir masuk, orang awal tadi berkata, "Besok pagi datanglah kerumah, rencana mau panen ikan tapi jala dulu sambil tunggu airnya betul-betul surut,".
"Oke, siap.", jawabku.
Setelah adzan, iqamat, kita pun shalat. di saat iqamat itu, terjadilah hujan gerimis sampai beberapa menit setelah selesai sholat. Aku menuju ketempat mesin genset untuk matiin mesin. Karna masjid disini menggunakan mesin untuk kelistrikannya. Maklumlah kalau pesisir pantai yang jauh dari perkampungan apalagi perkotaan. Semua rumah yang berpenghuni disini, hanya memakai tenaga surya sebagai sumber kelistrikan.
Setelah mesin kumatikan, aku berkata, "Jalan kaki lagi nih, kesebelah.". Karna jalan disini hanya tanah, begitulah tambak. Jalanan berbatunya terbatas untuk jalan besar tambak yang muat satu mobil saja.
"Jalan tidak becek kok, bisa gunakan motormu melaluinya.", kata seseorang. Aku memeriksa keadaan tanah dan betul tidak akan lengket bila dilalui. Segera kuambil motorku dan mengedarainya melintasi jalan itu.