Gibran membuka pintu dapur, melihat perempuan beda generasi memakai apron warna cokelat bergambar panda. Kalila sedang mengiris bawang merah, sedangkan Aliza bergerak ke wastafel mencuci sayuran. Keduanya mengobrol sambil tertawa-tawa. "Kamu bukannya udah makan tadi?" Gibran merasa belum pikun saat tiba di rumah menemukan istrinya rakus melahap berbagai masakan di meja. Aliza menyerongkan badan menghadap ke suaminya. "Ya ampun Kakak, itu sih makan siang yang kelewat. Udah tiga jam lalu ya lapar lagi dong." Kalila menatap tajam ke anaknya sambil mengacungkan pisau yang tadi digunakan mengiris perbawangan. "Memang kamu mau membatasi istrimu makan?" Ia berdecak. "Pasti kebiasaan sama Zelina yang makan dua sendok saja kenyang demi menjaga tubuh. Mama tuh lebih suka perempuan seperti Aliza

