Aroma campuran bourbon premium, kayu cedar, dan hint vanilla menyergap lembut begitu kaki mereka menapak di lounge bar pilihan Nathan. Remang cahaya amber dari lampu gantung kristal memantul halus di setiap sudut yang bisa dijangkau. Dari remang yang dipantulkan, menautkan kemewahan yang elegan. Kedatangan mereka disambut musik jazz, suara piano berdenting menciptakan ruang intim di antara percakapan para pengunjung. Dari setiap dentingan yang bersahutan, tercipta irama terkonsolidasi, halus, memberikan romansa tersendiri di lounge itu. Dan khas dari The Lounge Noir masih tersimpan menjadi kepingan kenangan di memori Gina. Adalah tempat yang kerap kali Nathan kunjungi semasa Gina menjabat sebagai sekretarisnya. Sering mereka menghabiskan waktu untuk meluruh lelah di dunia kerja, menegak

