"Mau naik apa udah turun mas?"
"Oh kita udah mau turun mas, tp sengaja camp dulu nunggu besok", jawab Irul.
"Diatas rame nggak di pos 3?", tanya pendaki itu.
Nah, di sini Irul bingung karena sebenarnya tujuan mereka cuman Disini, dia sengaja bohong agar pendaki ini tidak tahu dengan tujuannya.
Lalu Abi menyahut,
"Lumayan mas, sampeyan mau camp disana?"
"Rencananmya sih gitu", jawab pendaki itu.
"Oohh iya mending disana aja, lebih ideal tempatnya", sahut Irul.
Irul berharap mereka pendaki ini tidak ngecamp di sini karena itu akan menggagalkan niat mereka, akhirnya mereka pendaki itu memutuskan untuk lanjut berjalan dan camp di pos 3.
Kopi pun sudah siap diminum, sambil minum kopi Abi bertanya,
"Rul, kita harus ngapain sekarang"
"Sabar, tunggu nanti agak maleman", jawab Irul.
Abi yang tidak tahu apa-apa hanya menurut, di situ mereka santai santai sambil menikmati kopi dan rokok.
Irul kemudian meminta Abi agar menceritakan kejadian saat bertemu dengan Fitri Disini.
Lagi bercerita banyak mulai dari dia melihat Fitri yang berjalan dari Pos 2 hingga melihat Fitri yang sedang duduk seperti menahan dingin hingga akhirnya dia menolongnya.
Setelah cukup lama ngobrolin tentang Fitri tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Irul mengajak Abi untuk mencari kayu untuk digunakan sebagai api unggun.
Mereka pun pergi mencari kayu setelah itu Irul meminta Abi untuk menyalakan kayu itu, ketika sedang sibuk menyalakan api terlihat Irul seperti melempar sesuatu ke dalam api tersebut dan Abi tahu itu apa.
Setelah Api sudah menyala mereka melanjutkan minum kopi sambil ngobrol-ngobrol di dekat api, tidak lama setelah itu tiba-tiba Abi mencium bau yang aneh dari api tersebut, baunya ini seperti kemenyan.
Abi pun bertanya pada Irul,
"Rul kamu cium bau kemenyan nggak?"
"Iya tadi aku masukin kemenyan kedalam api soalnya itu syarat dari orang pintar"
Tidak lama kemudian angin berhembus cukup kencang, bersamaan dengan itu tiba-tiba Abi merasakan merinding yang luar biasa dan pundaknya terasa panas dan semakin berat, membuat posisi duduknya membungkuk karena tidak kuat menahan berat di pundaknya.
Tidak lama kemudian terasa seperti ada yang menarik tubuhnya dari belakang dengan sangat kencang hingga membuat Abi tidak sadarkan diri.
Sadar-sadar tiba-tiba dia ini sedang berada di sebuah ruangan yang sangat kumuh, temboknya penuh dengan lumut dan... Dia ini sedang berada di dalam jeruji.
Jadi posisinya Abi ini sedang dikurung di dalam jeruji tersebut.
Spontan Abi kaget, dia langsung duduk dan mengamati keadaan sekitar. Terlihat tempat ini seperti di dalam Goa.
Ketika sedang sibuk mengamati keadaan sekitar dari kejauhan terlihat ada jeruji lain yang didalamnya juga terdapat orang yang sedang dikurung, Dia kemudian berdiri dari duduknya untuk melihat lebih jelas lagi orang yang dikurung itu.
Dia cewek, sedang termenung, memakai baju kotak-kotak dan mengenakan topi bulat yang tidak lain dia adalah Fitri,
Spontan dia pun langsung teriak memanggil Fitri dan Fitri meresponnya.
Di sini Abi bingung Kenapa dia bisa berada di tempat ini, kemudian Dia berjalan mendekati jeruji dan dan memegangnya. Jeruji ini terbuat dari besi, Lantas Bagaimana caranya Abi bisa keluar dari tempat ini?
Dia mencoba merenggangkan besi jeruji itu dan ternyata besi itu tidak sekeras yang dia pikirkan, dengan mudah Abi bisa merenggangkan jeruji itu dan dia pun bisa keluar. Setelah keluar dia menghampiri jeruji yang mengurung Fitri kemudian dia berkomunikasi,
"Kamu Fitri bukan?"
"Benar, kamu kok tau?"
"Aku juga nggak tahu, tadi aku sama kakakmu yang katanya mau bebasin kamu, tapi tiba-tiba ada di sini"
"Kalo gitu bantu aku keluar dari sini mas"
Abi coba melihat jeruji yang mengurung Fitri, terlihat jerujinya ini sama dengan jeruji mengurungnya tadi, kemudian Abi berinisiatif untuk meregangkan diri itu dan ternyata tidak keras sama seperti tadi.
Setelah direnggangkan Fitri langsung keluar, kemudian mereka berdua jalan mengelilingi tempat itu hingga akhirnya mereka melihat ada sebuah cahaya yang mungkin itu pintu keluar dari tempat ini.
Mereka berjalan dengan pelan mendekati cahaya tersebut sambil mengamati keadaan sekitar, suasananya sangat sepi, tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Setelah dekat dengan cahaya itu ternyata benar itu adalah sebuah pintu keluar dari tempat ini, merekapun segera berjalan keluar dan.. Sampainya di luar ternyata ada banyak sosok yang sangat menyeramkan, seperti sedang menghalangi perjalanan mereka.
Ada yang tinggi besar, ada yang rambutnya panjang, matanya lebar, tangannya panjang sampai ke tanah macam-macam.
Melihat semua itu Abi takut apalagi Fitri, dia menyembunyikan pandangannya di punggungnya Abi.
Semua sosok itu menatap tajam kearah mereka berdua seakan mereka-mereka ini menyimpan amarah.
Tidak lama kemudian sebagian dari sosok itu berjalan mendekati Abi dan Fitri hingga membuat mereka berdua takut, mereka berniat untuk lari dan masuk ke dalam goa tapi ketika mereka membalikkan badan mereka dihadang oleh sosok yang berpakaian kerajaan, bermahkota emas, berbadan tinggi besar dan membawa s*****a berupa pedang.
Mereka pun bingung harus lari kemana lagi, di sela-sela kebingungan sosok yang berpakaian kerajaan itu berucap pada Abi,
"Kowe ora usah wedi le, kae deloken", Ucap orang itu sambil menunjuk ke arah sosok yang menyeramkan tadi.
(Kamu tidak usah takut nak, lihat itu)
kemudian pria yang berpakaian kerajaan itu maju beberapa langkah hingga posisinya sejajar dengan Abi dan Fitri.
Sosok yang menyeramkan itu semakin mendekat kemudian yang berpakaian kerajaan itu menghentakkan kakinya ke tanah sebanyak 3 kali.
Mintakan yang pertama membuat sosok yang menyeramkan itu kocar-kacir, mintakan yang kedua membuat mereka semua roboh hentakan yang ketiga semua sosok menyeramkan itu tiba-tiba hilang.
Melihat kejadian ini ini Abi dan Fitri terkejut, seakan mereka ini tidak percaya dengan apa yang sudah dilihatnya barusan.
Salah itu pria yang berpakaian kerajaan itu berucap,
"Wes ndang muleh le, iki dudu alammu"
Abi pun berpikir karena dia tidak tahu di mana jalan untuk pulang, Dia kemudian bertanya pada pria yang berpakaian kerajaan itu,
NEXT BAB 6...