KEMBALI KE GUNUNG MERBABU

945 Words
Mereka berangkat dari Magelang menggunakan motor milik Irul, selama di perjalanan ada rasa takut yang dirasakan Abi karena sebelumnya dia belum pernah melakukan hal-hal spiritual seperti itu apalagi di gunung, tapi dia sudah mempercayakan semua itu pada Irul karena mungkin Irul lebih berpengalaman di bidang itu. Singkat cerita, sampailah mereka di basecamp gunung Merbabu Via suwanting. Waktu itu mereka tidak membawa perbekalan banyak karena memang pendakian kali ini bukan untuk ke Puncak. Mereka hanya membawa satu tas carrier milik Irul, sedangkan tas milik Abi di tinggal di rumahnya Irul. Di pos mereka sempat ditanya oleh petugas karena waktu itu petugas masih ingat dengan mereka yang dua minggu lalu mendaki ke sini. "Perasaan kalian habis dari sini ya?", Ucap penjaga pos. "Iya pak, 2 minggu yang lalu, ketagihan mangkanya pengen naik lagi", jawab Irul. Irul sengaja tidak memberitahukan tujuan mereka pada penjaga pos karena takutnya tidak boleh naik atau yang lain. Setelah menyelesaikan pendaftaran mereka langsung memulai pendakian. Pendakian dimulai pada pukul pukul 4 sore dari pintu hutan. Di awal-awal perjalanan masih belum ada yang aneh sesekali Abi bertanya pada Irul tentang tujuan ini dan Irul hanya menjawab, "Udah tenang aja, nanti kita bakal dibantuin orang pinter yang aku ceritain tadi". Irul kemudian bertanya pada Abi tentang pengalamannya mendaki gunung selama ini dengan tujuan agar Abi tidak memikirkan soal itu lagi, Abi pun menceritakan semua pengalamannya ketika mendaki termasuk pendakian pertamanya ke Gunung ini. Singkat cerita sampailah mereka di Pos 1. Di Pos 1 ini Entah kenapa tiba-tiba Abi mempunyai firasat yang tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu pada dirinya tapi mengingat perkataan Irul tadi dia berusaha untuk tenang dan menganggap mungkin itu cuma perasaan nya aja. Di Pos 1 mereka tidak lama hanya sekedar minum untuk membasahi tenggorokan kemudian lanjut berjalan lagi menuju ke pos 2. Di perjalanan menuju ke pos 2 firasat tidak enak yang dirasakan Abi ini tiba-tiba semakin kuat. Sebenarnya Abi tidak ingin memikirkan hal itu tapi nggak tahu kenapa di dalam diri Abi ini ada rasa takut yang sebelumnya belum pernah dia rasakan. Sambil berjalan Abi gugup, otaknya terus memaksa untuk memikirkan hal-hal yang negatif. Di tengah-tengah kegugupannya tiba-tiba Irul bertanya, "Bi, Kamu kenal sama yang namanya Tika nggak, dia juga anak Wonosobo katanya? "Nggak tuh, Emangnya Wonosobo daerah mana?, tanya balik Abi. "kurang tahu sih Dulu aku pernah ketemu sama dia di Gunung Sindoro dan dia bilang anak Wonosobo", jelas Irul. "Waduh kalau itu aku kurang tahu emangnya kenapa?", tanya Abi. "Orangnya cantik loh kirain Kamu kenal". Jawab Irul. Pertanyaan itu sengaja dilontarkan pada Abi untuk mengalihkan pemikirannya, sepertinya Irul tahu kalau Abi ini sedang gugup. Obrolan Mereka kemudian mengarah ke cewek, sesekali Irul tanya, kamu udah punya pacar belum, kapan rencana nikah. dll. Abi pun bilang kalau dia belum punya pacar dan Belum ada rencana untuk menikah, orang kerja aja dia masih serabutan. Karena cukup asyik mengobrol tidak terasa sampailah mereka di pos 2 tepat masuk waktu maghrib. Di pos 2 Irul mengajak Abi untuk istirahat. Intinya dia mengajak Abi untuk nyantai-nyantai dulu. Peralatan masak dikeluarkan untuk membuat mie instan dan kopi, kemudian mereka menikmatinya sambil berbincang-bincang hingga pada akhirnya Abi bertanya pada Irul Dimana mereka akan bermalam, menurut Irul malam ini mereka akan ngecamp di pos mata air, karena di situlah Abi pernah bertemu dengan Fitri. Abi pun hanya menurut meskipun sebenarnya dia masih menyimpan rasa tidak enaknya itu. Setelah Cukup puas istirahat Irul mengajak Abi untuk lanjut perjalanan menuju ke pos mata air tempat di mana Abi pernah bertemu dengan Fitri. Setelah berkemas perjalanan pun kembali dilanjutkan tepat pukul 7 malam. Di perjalanan menuju ke pos mata air ini seringkali Abi merasakan ada yang aneh di sekitarnya, ketika sedang berjalan di antara semak-semak yang cukup rimbun sayup-sayup mendengar ada suara banyak orang yang sedang beraktivitas, seakan-akan dia ini sedang berjalan di tengah keramaian, tapi tidak nampak satu orang pun. Merasa kalau ini aneh Abi bertanya pada Irul, "Rul, kamu dengar kayak ada suara orang enggak?" "Enggak, Mana ada orang di hutan kayak gini atau mungkin suara orang yang sedang ngecamp", jawab Irul. Melihat kalau Irul tidak mendengarkan suara ini Abi berpikir, "Masa iya ya Irul nggak dengar suara ini, padahal ini jelas banget loh" Abi tidak melanjutkan pertanyaannya karena dia berpikir kalau mungkin Irul juga mendengar tapi dia tidak bilang padanya, alias bohong. Mereka pun terus berjalan, semakin jauh berjalan suara keramaian itu terdengar Semakin Jauh tapi kali ini ada ada sesuatu yang lebih aneh lagi. Abi merasa kalau perjalanannya ini ada yang mengikuti, Abi yang waktu itu berjalan di belakang seringkali dia noleh kebelakang tapi tidak terlihat ada siapapun, hingga akhirnya terdengar ada suaraa di belakangnya, "Srek... srek... srek..", seperti suara langkah kaki yang berjalan di semak-semak. Mendengar itu spontan Abi langsung menoleh ke belakang untuk memastikan suara itu dan... Sekilas terlihat ada sekelebatan bayangan putih yang melintas di antara semak-semak. Andi menganggap ini wajar mengingat pendakian mereka ini bukan pendakian biasa melainkan pendakian spiritual. Karena takut ide meminta pada Irul untuk tukar posisi dan Irul pun tidak keberatan. Sekarang Abi di depan dan Irul di belakang, tapi sesekali Abi masih melihat sekelebatan bayangan putih itu di depan. Nah berhubung sudah terlanjur minta ganti posisi mau tidak mau dia harus memberanikan diri untuk terus berjalan. Singkat cerita sampailah mereka di pos mata air pada pukul 9 malam, sampai di situ mereka Langsung mendirikan satu tenda yang dibawa Irul, setelah tenda sudah berdiri mereka Langsung membuat kopi untuk menghangatkan tubuh karena malam itu suhunya cukup dingin. Ketika sedang sibuk merebus air terlihat ada 2 orang pendaki yang akan naik, mereka berhenti di pos mata air di dekat Abi dan Irul yang sedang sibuk dengan airnya yang belum mendidih, pendaki itu menyapa Abi dan Irul, NEXT BAB 5...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD