Setelah puas di puncak Suwanting perjalanan kembali dilanjutkan dan singkat cerita sampailah mereka di puncak Trianggulasi gunung Merbabu.
Di puncak terlihat cukup banyak pendaki lain dan mereka sangat senang karena bisa melihat pemandangan lautan diatas awan.
Mereka berfoto-foto sepuasnya setelah itu duduk di sebelah tugu puncak sambil membuat kopi.
Ketika sedang membuat kopi mereka dihampiri oleh rombongan yang ditemui Abi dan Budi di pos 3 semalam, mereka bertanya tentang keadaan cewek yang sedang sakit itu, apa dia sudah bertemu dengan romongannya?
Mereka yang tadinya sudah melupakan tentang cewek tadi sekarang jadi ingat, lalu Budi berinisiatif untuk mencari cewek yang semalam itu di puncak, tapi cewek itu tidak terlihat berada di Puncak.
Budi berinisiatif untuk bertanya pada satu persatu rombonngan pendaki yang ada di Puncak, apakah ada salah satu dari mereka yang semalam mengajak seorang cewek?
Lalu ada salah satu rombongan yang merespon, dia bertanya tentang ciri-ciri cewek yang di maksud Budi itu.
Budi pun menjelaskan secara detail tentang ciri-ciri cewek itu, dia memakai kemeja kotak-kotak dan memakai topi bulat.
Mendengar penjelasan dari Budi salah satu orang dari rombongan itu terlihat kaget, lalu dia bertanya,
"Mas ketemu cewek itu dimana?"
"Di pos mata air mas, semalam dia kedinginan trus kita diriiin tenda disana". Jawab Budi.
Rombongan dari pendaki itu saling melihat satu sama lain sepertinya mereka sedang menyembunyikan sesuatu.
Tanpa memberitahu apapun salah satu dari mereka mengajak Budi dan rombongannya untuk jalan turun bareng karena kebetulan rombongan itu juga turunnya via jalur Suwanting.
Di perjalanan turun dari puncak mereka berkenalan dan tanya tempat tinggal dengan rombongan itu, mereka ada 4 orang, sebut saja salah satunya adalah Irul.
Lalu Abi bertanya ke Irul,
"Mas kenal dengan pendaki cewek itu?"
"Emangnya sampeyan ketemu cewek itu di mana?", tanya balik Irul.
"Di pos mata air mas semalam, kasihan banget dia kedinginan", jawab Abi.
"Ya udah kalau gitu ntar kita berhenti di situ dulu". Ajak Irul.
Singkat cerita, sampailah mereka di pos mata air, disitu Irul bertanya pada Abi tepatnya di mana dia bertemu dengan cewek itu?
Abi pun menjelaskan kalau semalam cewek ini sedang duduk di sebelah Pancuran air kemudian mereka menggandengnya masuk ke dalam tenda karena kedinginan.
Lalu Irul menjelaskan pada Abi dan rombongannya kalau cewek itu adalah adik sepupunya Irul, tapi dia sudah balik turun bersama teman lainnya karena tidak kuat.
Mendengar penjelasan dari Irul, Abi dan yang lain merasa lega karena setidaknya tidak terjadi apa-apa dengan cewek itu, kemudian mereka melanjutkan perjalanan turun hingga sampai kembali di basecamp.
Di basecamp Abi bertanya pada Irul dimana adik sepupunya itu? Karena sesampai di basecamp itu Abi tidak melihat keberadaan adik sepupunya Irul.
Irul memberitahu sesuatu pada mereka, kalau sebenarnya adik sepupunya itu sekarang dalam keadaan koma di rumah sakit sejak 2 tahun yang lalu tepatnya setelah melakukan pendakian ke gunung Merbabu via jalur ini.
Mendengar itu mereka semua terkejut dan tidak percaya, karena tidak mungkin orang koma kok bisa melakukan pendakian?
Melihat Abi Yang sepertinya tidak percaya, Irul mengajak Abi dan rombongannya untuk mampir di rumah sakit tempat adik sepupunya dirawat.
Karena kebetulan jalan pulang mereka ini searah dengan Rumah Sakit tersebut yang berada di kota Magelang, Abi setuju begitupun dengan yang lain, karena disisi lain mereka juga penasaran.
Pulanglah mereka dari basecamp menuju ke rumah sakit tersebut, sesampainya di rumah sakit Irul mengajak mereka untuk pergi ke sebuah kamar yang di situ ada 1 orang cewek sedang terbaring di atas ranjang dan sedang dijaga oleh ibunya.
Irul kemudian meminta pada Abi untuk melihat dengan jelas cewek yang sedang terbaring itu.
Dan ternyata benar, itu adalah cewek yang ditemui Abi dan rombongannya di gunung semalam. Dia adalah Fitri.
Sontak mereka terkejut dan Budi berucap,
"Loh, ini kan benar-benar cewek yang semalam ketemu sama kita?".
Mendengar ucapan dari Budi ibunya Fitri yang ada disitu langsung merespon, dia tanya ke Budi,
"Mas mas ini ketemu sama Fitri dimana?"
"Semalam di gunung buk, dia sedang kedinginan terus kami tolongin tapi besoknya dia sudah tidak ada". Jelas Budi.
Mendengar penjelasan dari Budi, ibunya Fitri kaget, dia berpikir kalau sakit yang dialami Fitri ini bukan karena medis tapi karena hal gaib.
Karena di sisi lain ibunya Fitri ini sedikit banyak tahu tentang hal gaib. Dia mengucapkan terima kasih banyak kepada Budi dan rombongannya karena sudah mau menolong Fitri selama di gunung itu, beliau juga bilang soal ini jangan dipikirkan lagi.
Akhirnya okelah, Abi dan teman-temannya pamit pulang pada ibunya Fitri dan mereka juga turut mendoakan semoga Fitri cepat diberi kesembuhan, dia juga berpamitan dengan Irul tapi sebelum pulang mereka sempat bertukar nomor HP dengan tujuan untuk menyambung tali silaturahmi.
Mereka pulang dengan penuh pertanyaan di dalam otak, kalau sebenarnya Fitri ini sedang berada di rumah sakit terus yang ketemu di gunung itu siapa?
Singkat cerita, sampailah mereka di rumah masing-masing, beberapa hari kemudian tiba-tiba Abi mendapat telepon dari Irul dan mengajaknya untuk naik ke gunung Merbabu lagi dengan alasan ada hal yang penting, dengan catatan hanya berdua saja.
Abi pun setuju dengan ajakan Irul, karena sebenarnya Abi masih penasaran dengan kejadian waktu itu, dia berpikir mungkin ini ada hubungannya dengan kejadian itu.
Kemudian mereka menentukan hari, kapan mereka akan berangkat dan mereka memutuskan untuk berangkat 2 hari kedepan.
Singkat cerita, tibalah hari pemberangkatan, mereka sepakat untuk bertemu di kota Magelang, setelah bertemu Abi bertanya kenapa tiba-tiba Irul mengajak ke gunung Merbabu lagi.
Di sini Irul menjelaskan,
"Jadi gini Bi, setelah kejadian di gunung itu ibunya Fitri pergi ke orang pintar untuk menanyakan perihal anaknya, dan menurut orang pintar itu jiwanya Fitri ini sedang terperangkap di gunung Merbabu dan tidak bisa pulang, aku diminta ibunya Fitri untuk membebaskannya, alasan aku ngajakin kamu soalnya kamu yang tahu tempat terakhir kamu melihat Fitri"
Mendengar itu Abi bertanya,
"Waduh gimana caranya? Aku gak tau apa-apa soal itu?"
"Udah ikut aja, cuma nemenin aku kok". Jawab Irul.
Karena merasa empati dengan keadaan Fitri, Abi pun mau dan... Berangkatlah mereka berdua ke Gunung Merbabu. Tapi pendakian mereka kali ini bisa dibilang yang bukan pendakian gunung biasa melainkan pendakian spiritual dengan misi membebaskan jiwa Fitri yang terperangkap di Gunung Merbabu itu.
NEXT BAB 4...