Mereka langsung menghampiri 1 pendaki itu, setelah di lihat-lihat, kok kayaknya Abi nggak asing dengan pendaki ini?
Ternyata benar, itu adalah pendaki cewek yang tadi lewat di pos 2, karena terlihat dari baju dan topi bulat yang dipakainya.
Melihat kalau dia adalah pendaki cewek yang tadi, mereka sempat takut, karena dari tadi mereka mengira kalau cewek ini mungkin bukan manusia.
Mereka kembali berfikir seperti tadi, gak mungkin banget seorang cewek berani mendaki sendirian apalagi ini malam dan tanpa menggunakan penerangan.
Kemudian Abi memberanikan diri untuk menyapa 1 pendaki cewek itu,
"Loh mbak yang tadi lewat di pos 2 kan ya?"
Cewek itu hanya mengangguk dengan posisi seperti orang yang sedang menahan dingin. Lalu Abi lanjut bertanya,
"Mendaki sendiri ya mbak?"
Cewek itu kemudian menjawab,
"Enggak mas, saya sama kakak sepupu dan 2 teman lain"
"Trus mereka dimana kok mbaknya ditinggal sendiri?", Tanya Abi.
"Lagi camp di atas mas", jawab cewek itu dengan singkat.
Mendengar jawaban dari cewek itu mereka merasa lega, karena setidaknya cewek ini bukan setan atau apa seperti yang mereka pikirkan.
Lalu Abi menawari cewek itu untuk gabung bersama grupnya, tapi cewek itu tidak menerima ataupun menolak tawaran dari Abi, tubuhnya menggigil kedinginan, muka dan bibirnya terlihat sangat pucat.
Melihat keadaan cewek itu yang sedang kedinginan mereka bingung, takutnya cewek ini hipotermia atau gimana. Lalu Budi berinisiatif untuk memberi pertolongan pada cewek ini.
Budi meminta pada yang lain untuk mendirikan tenda yang dibawanya dengan tujuan agar cewek ini bisa lebih hangat.
Dengan cekatan Abi langsung mengeluarkan tenda yang ada di tasnya untuk dirikan, setelah itu mereka menggandeng cewek itu untuk masuk ke dalam tenda.
Ketika menggandeng cewek itu masuk ke dalam tenda, tubuh si cewek itu terasa sangat dingin, sepertinya dia sudah tidak kuat lagi melanjutkan perjalanan.
Di dalam tenda mereka menyelimuti cewek itu dengan sleeping bag, setelah itu mereka berinisiatif untuk membuatkan minuman hangat untuk cewek itu.
Badan cewek itu terus menggigil kedinginan walaupun sudah diselimuti di dalam tenda, di sisi lain mereka juga tidak bisa berbuat banyak karena mereka ini bisa dibilang awam dengan yang namanya kesehatan.
Minuman hangat sudah jadi, lalu Abi mengantarkan ninuman itu ke dalam tenda dan meminta cewek itu untuk meminumnya agar badannya bisa lebih hangat, tapi jangankan diminum dipegang saja tidak, cewek itu terus menggigil kedinginan dan mukanya semakin terlihat pucat.
Disini mereka benar-benar bingung, lalu Budi mempunyai inisiatif, dia mengajak Abi untuk berjalan ke atas, siapa tahu rombongan cewek ini sedang menunggunya di atas.
Budi dan Abi kemudian berjalan naik dan meminta pada Said dan Alif untuk menjaga cewek ini sampai dia kembali.
Mereka berdua berjalan sedikit cepat sambil ngedumel,
"Kakak macam apa ini, tega ninggalin adiknya berjalan sendirian".
Terus berjalan, tidak terasa mereka sampai di Pos 3, di situ terlihat ada satu rombongan yang sedang ngecamp, Mereka pun langsung menghampiri rombongan itu karena mungkin itu adalah rombongan dari pendaki cewek tadi, setelah dihampiri Budi bertanya pada salah satu orang dari rombongan itu,
"Mas, ada yang ngajakin adeknya nggak?", tanya Budi dengan panik.
Rombongan itu terlihat bingung karena tidak mengerti apa yang dimaksud Budi, lalu Abi memberitahukan secara detail,
"Gini mas, tadi dibawah ada cewek yang katanya sedang mendaki sama kakak sepupunya, dia sekarang sedang sakit di pos mata air"
Rombongan yang ada disitu menjawab kalau mereka tidak mengenal cewek yang di maksud Abi itu, mereka hanya mendaki dengan 4 orang itupun cowok semua. Lalu salah satu dari rombongan itu bilang,
“Mungkin rombongannya ada di atas mas camp di sabana”.
Mengingat jarak dari pos 3 ke sabana ini cukup menguras tenaga Abi mengajak Budi untuk kembali turun aja ke pos mata air, disisi lain sabananya itu cukup luas dan ada 3, sabana 1, sabana 2 dan sabana 3, belum lagi kondisi mereka waktu itu juga sudah kecapekan karena perjalanan dari pos mata air ke pos 3 ini cukup menguras tenaga.
Akhirnya okelah, mereka memutuskan untuk kembali turun aja ke pos mata air dan tidak lupa berpamitan dengan romgongan yang sedang camp itu.
Sesampainya kembali di pos mata air mereka bertanya keadaan cewek itu pada Said dan Alif,
“Gimana keadaannya? Masih menggigil?”
“Udah mendingan Bi, dia udah tidur”, jawab Said.
Abi kemudian melihat kedalam tenda, dan ternyata benar pendaki cewek itu sudah tidur pulas dan badannya tidak menggigil seperti sebelumnya.
Malam itu mereka memutuskan untuk bermalam di pos mata air. Matras mereka beberkan di depan tenda untuk alas tidur.
Jadi malam itu mereka tidur tanpa tenda dan mengikhlaskan tendannya dipakai pendaki cewek itu.
Keesokan harinya mereka semua dibuat kaget karena pendaki cewek yang semalam tidur di dalam tenda itu tiba-tiba tidak ada, hanya tersisa sleeping bag yang semalam dipakainya, entah dia sudah lanjut jalan atau bagaimana.
Mereka saling bertanya satu sama lain tapi tidak ada yang tau.
Disini mereka merasakan ada yang aneh dengan pendaki cewek itu karena logikanya, kalaupun cewek itu lanjut jalan keatas harusnya dia pamitan sama mereka yang waktu itu tidur di depan tenda, entah itu mengucapkan terima kasih atau bagaimana sepantasnya.
Karena memang cewek itu sudah tidak ada akhirnya yaudah, mereka menganggap mungkin memang si cewek tadi udah jalan keatas dan sengaja tidak pamit, disisi lain waktu itu mereka juga sedang lelap tidur.
Mereka memutuskan untuk tidak membahas soal itu lagi dan pagi itu mereka membuat sarapan setelah itu mereka mengemasi tenda dan lanjut berjalan ke puncak.
Di perjalanan menuju ke puncak sesekali mereka membahas kejanggalan soal cewek itu, karena sebelumnya mereka sudah menganggap kalau mungkin cewek itu bukan manusia.
Singkat cerita, sampailah mereka di pos 3. Disitu terlihat ada 1 tenda dari rombongan yang ditemui Abi dan Budi semalam yang mungkin penghuninya sudah summit ke puncak karena waktu itu tendanya terlihat sedang kosong.
Tanpa berhenti di pos 3 mereka lanjut berjalan menuju ke puncak, sesampainya di puncak Suwanting terlihat ada beberapa tenda yang sudah berdiri tapi tidak ada penghuninya, mungkin penghuninya sudah berada di puncak.
Di puncak Suwanting itu mereka berhenti sebentar untuk menikmati keindahan alam gunung Merbabu yang luar biasa keren, rumput-rumput hijau yang terbentang luas memaksa mereka untuk mengambil beberapa gambar.
NEXT BAB 3...