Awal cerita, waktu itu Abi diajak sama temannya pergi mendaki ke Gunung Merbabu karena beberapa bulan yang lalu Abi sudah menyanggupi temannya itu untuk mengantarnya mendaki ke Gunung Merbabu. Sebut saja temannya itu adalah Budi.
Kenapa Budi mengajak Abi?
Karena dulu Abi sudah pernah mengajak Budi untuk mendaki ke Gunung Merbabu, Tapi waktu itu Budi tidak bisa karena dia sedang ada pekerjaan yang memang tidak bisa ditinggalkan, dan waktu itu dia pernah bilang kalau nanti dia ada waktu senggang dia mau minta pada Abi untuk mengantarkannya ke Gunung Merbabu dan Abi janji akan mengantarkannya kapanpun dia bisa.
Nah berhubung waktu itu Budi ada waktu senggang mangkanya dia mengajak Abi untuk mengantarkannya ke Gunung Merbabu.
Tanpa keberatan Abi bersedia mengantarkan Budi, di sisi lain Abi juga sudah cukup lama tidak mendaki.
Setelah cukup lama membahas rencana ini mereka memutuskan untuk berangkat nanti hari selasa. 3 hari kedepan.
Budi bilang, dia akan mengajak 1 temannya dan meminta Abi agar mengajak teman juga dengan tujuan agar Abi tidak berkendara sendiri nantinya, urusan logistik dan biaya lainnya akan ditanggung oleh Budi.
Budi juga meminta pada Abi untuk mempersiapkan peralatan untuknya dan temannya.
Abi menghubungi 1 temannya yang sebut saja dia adalah Said dan tanpa keberatan Said mau ikut.
Akhirnya Deal, Budi mengajak 1 temannya yang sebut saja dia adalah Alif sedangkan Abi bersama Said.
Keesokan harinya Abi mempersiapkan semua alat-alat pendakiannya bersama Said, jadi mereka ini sudah punya peralatan lengkap miliknya sendiri, sisanya mereka nyewa buat Budi dan Alif.
Singkat cerita, tibalah hari Selasa, pagi itu mereka berkumpul di rumahnya Budi untuk menata perlengkapan yang akan dibawa, Setelah semua peralatan sudah terbagi mereka lekas berangkat dari tempat tinggalnya yang ada di daerah Wonosobo sekitar pukul 9 pagi dengan menggunakan motor.
Abi berboncengan dengan Said, sedangkan Budi berboncengan dengan Alif, sesampainya di daerah Magelang mereka berhenti di sebuah toko untuk membeli logistik yang dibutuhkan, setelah itu mereka lanjut berkendara lagi menuju ke basecamp gunung Merbabu Via suwanting.
Kenapa mereka memilih jalur Via suwanting? Padahal kan banyak tuh jalur pendakian Gunung Merbabu? Karena Abi tahunya hanya jalur ini, beberapa bulan yang lalu Abi mendakinya dia jalur ini.
Singkat cerita, sampailah mereka di basecamp kurang lebih pukul 1 siang. Sesampai di situ mereka diminta untuk mengisi formulir pendakian oleh petugas yang berjaga dan diberi selembar kertas yang bergambar peta untuk mencapai puncak, setelah mengisi semua itu mereka di briefing oleh salah satu petugas tentang jalur yang akan mereka lewati.
Mulai dari jangan lupa ucapkan salam sebelum masuk hutan, gunung Merbabu yang terkenal dengan lembah mandingnya hingga jangan camp di sembarang tempat, tempat ideal untuk camp adalah di pos 3.
Setelah selesai briefing mereka melakukan pengecekan alat pendakian yang dilakukan oleh salah satu petugas basecamp.
Jadi kalau naik gunung Merbabu Via suwanting ini diwajibkan membawa peralatan lengkap, kalau kurang lengkap pihak basecamp tidak mengizinkan pendaki untuk naik sebelum melengkapinya dulu. Ini semua dilakukan untuk keselamatan pendaki.
Setelah di cek dan semuanya lengkap Abi bertanya pada petugas apakah hari ini banyak yang mendaki,
menurut petugas tidak begitu banyak, hanya ada 4 rombongan yang udah naik tadi pagi.
Setelah cukup bertanya-tanya mereka bergerak menuju ke pintu hutan.
Karena jarak dari basecamp menuju ke pintu hutan itu cukup jauh mereka memutuskan untuk naik ojek, itung-itung buat hemat tenaga lagipula biaya ojeknya tidak begitu mahal, hanya Rp10.000.
Sesampai di pintu hutan mereka berempat berdiri melingkar untuk berdoa agar diberi keselamatan hingga kembali turun nanti. Setelah selesai berdoa mereka mulai bergerak memasuki hutan dan tidak lupa mengucapkan salam sesuai arahan dari petugas yang membriefing tadi.
Pelan-pelan mereka berjalan dengan posisi Abi di paling depan dan Said di paling belakang, setelah menempuh kurang lebih 30 menit perjalanan sampailah mereka di Pos 1, disini mereka berhenti sebentar untuk istirahat.
Ketika sedang istirahat itu Budi bertanya pada Abi, kira-kira perjalanan ini membutuhkan waktu berapa jam, kalau menurut Abi dulu pas kesini, kira-kira membutuhkan waktu 7 sampai 8 jam.
Setelah dirasa cukup istirahat mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Jalur pendakian gunung Merbabu Via suwanting ini bisa dibilang masih cukup asri hingga beberapa kali mereka menebas rumput yang menghalangi jalur pendakian.
Seringkali mereka berhenti di beberapa titik untuk istirahat, di Lembah Gosong, Lembah Cemoro dan Lembah Ngrijan.
Setelah menempuh kurang lebih 2 jam perjalanan sampailah mereka di pos 2 pada pukul setengah 5 sore. Disini mereka putuskan untuk istirahat dan mengisi perut sekalian menunggu malam.
Peralatan masak mereka keluarkan dan dan beberapa makanan untuk dimasak, terlihat jalur pendakian gunung Merbabu Via suwanting ini cukup sepi, tidak ada pendaki lain yang naik sama sekali. Wajar sih karena mungkin pada tahun 2017 jalur ini masih terbilang baru, apalagi menurut petugas basecamp tadi hanya ada 4 rombongn yang naik hari ini.
Sambil menunggu masakan yang belum matang mereka ngopi-ngopi dan menghabiskan beberapa batang rokok.
Singkat cerita, masakan pun sudah matang, ketika sedang asyik makan tiba-tiba ada 1 orang pendaki cewek yang sedang berjalan naik, melihat satu pendaki cewek itu spontan mereka semua terdiam karena cewek ini terus berjalan melewati pos 2 sambil menunduk dan tanpa menyapa Abi dan rombongannya.
Dia memakai kemeja kotak-kotak, mengenakan topi bulat, membawa tas semi carrier dan tanpa menggunakan penerangan.
Untuk wajahnya kurang jelas karena pas dia berjalan sambil nunduk itu wajahnya tertutupi rambut dan terlihat cukup menyeramkan, oleh karena itu mereka semua hanya diam dan tidak ada yang berani menyapanya.
Di sisi lain hari itu juga sudah menjelang magrib dan kondisinya cukup gelap.
Setelah cewek itu berjalan meninggalkan Pos 2, Budi membuka omongan,
"Eh itu tadi siapa ya? Kok berani mendaki sendirian?"
"Gak tau Bud, orang daerah sini mungkin", jawab Abi yang sudah berfikiran aneh-aneh.
Seketika itu suasana jadi mencekam, karena kalau dipikir secara logika gak mungkin banget ada cewek yang berani naik sendiri mengingat di jalur ini masih cukup rimbun, bahkan Abi sendiri yang cowok pun tidak berani kalau harus mendaki sendirian.
Mungkin ini alasanya penjaga basecamp tadi bilang kalau jangan camp di sembarang tempat.
Abi mengajak mereka semua untuk mempercepat makannya dan segera melanjutkan perjalanan.
Jadi niat mereka yang tadinya akan lanjut berjalan setelah maghrib itu batal mengingat perkataan petugas basecamp tadi. Setelah selesai makan merekapun berkemas, dan lanjut berjalan lagi.
4 buah senter sudah siap di tangan mereka masing-masing, sambil berjalan mereka membahas pendaki cewek yang tadi lewat tapi semakin lama dibahas keadaan malah semakin mencekam hingga akhirnya mereka memutuskan untuk tidak membahas soal itu lagi dan melupakannya, anggap saja itu memang pendaki yang sedang solo hiking.
Setelah cukup lama berjalan melewati hutan sampailah mereka di pos mata air.
Di pos mata air ini areanya sudah mulai terbuka, sesampai di situ Abi bilang ke yang lain kalau di sebelah kanan ini viewnya adalah gunung Merapi, berhubung sekarang malam jadi tidak terlihat.
Nah ketika sedang sibuk membahas soal view Gunung Merapi, dari depan Abi melihat ada 1 orang pendaki yang sedang duduk seorang diri.
NEXT BAB 2...