POV FITRI IRUL & IBU FITRI

1130 Words
POV FITRI, IRUL & IBU FITRI Tahun 2016 adalah tahun kelulusan Fitri, setelah kurang lebih 4 tahun dia bergelut di bangku kuliah. Untuk merayakan kelulusannya itu dia mempunyai rencana untuk mendaki gunung dan gunung yang ingin didaki yaitu gunung Merbabu. Kenapa harus mendaki gunung? karena Fitri ini sudah ketagihan dengan ketinggian, setelah sebelumnya dia diajak kakak sepupunya mendaki ke gunung Sindoro, Sumbing. Kakak sepupunya itu adalah Irul. Fitri dan Irul memang sangat dekat, bisa dibilang mereka ini saudara rasa pacar. Mereka tinggal di sebuah perumahan yang ada di Kota Magelang dan tempat tinggalnya itu berdekatan. Beberapa minggu setelah wisuda Fitri mengajak Irul untuk mendaki ke gunung tersebut dan tanpa keberatan Irul menurutinya tapi dengan syarat dia harus izin dulu ke orang tuanya. Di rumah Fitri lebih akrab sama ibu dibanding ayah, mungkin karena mereka sama-sama wanita jadi bisa lebih terbuka, disisi lain ayahnya Fitri jarang dirumah, dia selalu sibuk dengan pekerjaannya di luar kota. Rumah yang cukup besar dan terbilang mewah, di rumah dia hanya tinggal dengan kedua orang tuanya dan 1 pembantu rumah tangga. Fitri yang bisa dibilang jarang ada kesempatan untuk main keluar rumah pun mendatangi ibunya untuk meminta izin, "Bu, Fitri mau mendaki gunung sama mas Irul boleh ya?" "Aduh nak, mbok ya jangan main2 ke gunung lagi", jawab Ibu. "Aku sama mas Irul kok Bu, boleh ya? Nanti kalo Fitri udah dapat pekerjaan gak lagi deh", ucap Fitri memohon. "Yaudah ibu kasih izin tapi jangan lebih dari 2 hari perginya!". Jawab ibu. Fitri merasa sangat senang karena sudah diizinkan, dia lekas menghubungi Irul dan memberitahukan kalau Ibu sudah mengizinkan. Mendengar itu Irul segera menentukan hari untuk berangkat ke Gunung Merbabu. Sambil menunggu Irul menentukan hari Fitri menghubungi teman dekatnya untuk diajaknya mendaki, sebut saja temannya itu adalah Aulia. Tanpa keberatan Aulia menerima ajakan tersebut. Keesokan harinya Irul memberitahu Fitri untuk mendakinya 3 hari kedepan dan Irul juga memberitahukan pada Fitri kalau dia juga bersama 1 temannya. Sebut saja temannya Irul itu adalah Bilal. Singkat cerita tibalah hari pemberangkatan. Mereka semua berkumpul di rumahnya Irul. Setelah semuanya sudah berkumpul mereka menuju ke rumahnya Fitri dan berangkat dengan menggunakan mobil milik ayahnya Fitri. Sebelum berangkat ibunya Fitri berpesan pada Irul menjaga Fitri selama berada di gunung dan jangan lebih dari 2 hari. Kenapa ibunya Fitri memberi waktu 2 hari? karena 2 hari kedepan ayahnya Fitri pulang dari luar kota. Di situ satu persatu dari mereka bersalaman dan mencium tangan ibunya Fitri untuk pamit berangkat. Mobil dikemudikan oleh Irul. Di perjalanan Irul memberitahu mereka bahwa jalur yang akan dilalui nanti adalah jalur Via suwanting. Alasan Irul mengajak mereka melalui jalur ini karena setahu Irul jalur Via suwanting ini baru saja dibuka, sekalian dia ingin mencoba jalur baru. Di pertengahan jalan tiba-tiba Fitri ini merasakan kram di bagian perutnya, lalu dia mengajak Irul mampir ke sebuah minimarket untuk ke toilet sekalian membeli perbekalan. Di minimarket itu Fitri mengajak Lia ke toilet sedangkan Irul dan Bilal membeli perlengkapan logistik. Setelah selesai dengan semua itu mereka kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan. Singkat cerita sampailah mereka di di pos pendaftaran gunung Merbabu Via suwanting pada pukul 8 pagi. Sampai di situ Irul segera mengurus pendaftaran, setelah itu mereka melakukan briefing dengan petugas. Di dalam briefing nya itu petugas memberi arahan pada mereka tentang jalur ini, bahwasanya masih banyak jalur yang masih rimbun dan mereka harus berhati-hati. Setelah melakukan briefing mereka menuju ke pintu hutan menggunakan jasa ojek. Sesampainya di pintu hutan Irul memberi arahan pada mereka kalau Selama perjalanan Nanti jangan ada yang terpisah dari rombongan mengingat jalur ini masih terbilang baru. Setelah itu mereka berdiri melingkar untuk berdoa dan pendakian dimulai pada pukul 9 pagi. (Nah di perjalanan Fitri menyembunyikan sesuatu pada yang lain yang nanti gw kasih tau di akhir) Perjalanan dipimpin oleh Irul yang berjalan di depan sebagai leader dan Bilal di belakang sebagai sweaper. Singkat cerita sampailah mereka di pos peristirahatan pertama. Disini mereka berhenti sebentar untuk sekedar minum setelah itu perjalanan kembali dilanjutkan menuju ke pos peristirahatan selanjutnya. Karena jalur ini masih terbilang baru dibuka, mereka berjalan sambil sesekali menebas semak yang menghalangi jalan. Sambil berjalan itu mereka saling ngobrol membahas jalur yang dilewatinya ini, “Mas nanti campnya dimana?”, tanya Fitri pada Irul. “Kalo menurut petugas camp idealnya di pos 3, jadi kita camp disana aja”, jawab Irul. Singkat cerita sampailah mereka di pos 2 pada pukul 12 siang. Disini mereka memutuskan untuk memasak makanan ringan untuk mengisi perut yang sudah mulai keroncongan. Sambil masak itu sesekali Bilal menggoda Lia karena Lia ini terlihat cukup lucu, karena dia tidak bisa mengucapkan huruf R, dia kalau memanggil Irul yaitu mas Ilul dan kalau memanggil Fitri yaitu Fiteli, dan itu terdengar lucu aja. Setelah masakan sudah matang mereka makan, setelah selesai makan mereka nyantai-nyantai dulu sambil ngopi. "Lul, minta lokoknya Lul", ucap Bilal menirukan gaya bicara Lia. Mendengar itu mereka semua tertawa dan tanpa disadari ternyata Lia bisa membuat mereka semakin akrab. Setelah puas beristirahat di pos 2 perjalanan kembali dilanjutkan, di perjalanan menuju ke pos 3 ini terlihat Fitri sudah kelelahan, jalannya semakin lama semakin pelan karena Fitri merasa ada yang memberatkan langkahnya. Fitri menganggapnya ini wajar karena memang ini adalah jalur baru dan dia berusaha untuk tetap kuat. Melihat keadaan Fitri, Irul tanya, "Fit, sehat?" Dia menjawab, "Capek mas, berat banget". Sesampainya di area Lembah Manding Irul mengajak yang lain untuk istirahat dulu, disisi lain Irul sendiri juga merasakan hal yang sama dengan Fitri. Kurang lebih 15 menit istirahat mereka lanjut berjalan lagi dan istirahat lagi di area hutan Manding. Dengan penuh perjuangan akhirnya mereka sampai di Pos 3 tepat menjelang sore. Sesampainya di pos 3 rasa lelah yang tadi dirasakan selama pendakian itu hilang setelah melihat pemandangan sekitar yang luar biasa indah. Kemudian mereka mendirikan 2 tenda yang berkapasitas 4 orang Setelah itu mereka lanjut menikmati pemandangan sunrise sambil ngemil logistik. Malam ini mereka memutuskan untuk bermalam di pos 3 sebelum lanjut ke Puncak besok. Malam itu mereka membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh karena malam itu suhunya cukup dingin. Mereka ngobrolin pengalaman hidupnya masing-masing hingga tidak terasa lama-kelamaan mereka mulai merasa ngantuk dan memutuskan untuk masuk ke dalam tenda untuk tidur. Tenda 1 ditempati Irul dan Bilal sedangkan tenda kedua ditempati Fitri dan Lia. (POV FITRI) Tidak lama setelah tidur Fitri ini bermimpi aneh, tiba-tiba dia ini sedang berada di sebuah tempat yang sebelumnya dia tidak tahu. Di tempat ini tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Fitri dan memberitahunya agar segera meninggalkan tempat ini karena sebentar lagi akan ada orang yang membawa bencana. Spontan Fitri langsung lari meninggalkan tempat tersebut untuk pulang, di perjalanan pulang ternyata Fitri menjumpai beberapa kepulan asap hitam yang mengalami perjalanannya. Lalu Fitri berinisiatif untuk mengambil jalan lain yaitu ke hutan dengan tujuan agar dia terhindar dari kepulan asap hitam tersebut. NEXT POV FITRI PART 2...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD