BERTEMUNYA ABI & FITRI DI ALAM GAIB

870 Words
Masuklah Fitri ke dalam hutan, ternyata di dalam hutan itu juga banyak orang lain yang tujuannya sama dengan Fitri dan di dalam hutan itu Fitri menjumpai jalan yang sangat curam dan dipenuhi aliran air kecil. Fitri dan beberapa orang lain berinisiatif untuk menuruni jalanan yang curam itu, sesampai di bawah ternyata juga sudah banyak orang yang sedang berkerumun, lalu Fitri berlari hingga akhirnya dia sampai di rumahnya dan sesampainya di rumah ternyata dia sudah ditunggu oleh sosok hitam, besar dan matanya lebar. Sosok itu sedang berdiri tepat di belakang rumahnya. Melihat sosok hitam dan besar itu Fitri ketakutan dan dia teriak, lalu sayup-sayup dia mendengar suara Lia, "Fit, bangun Fit kamu mimpi apa?" Ternyata teriakannya itu membuat Lia yang yang tidur di sebelahnya terbangun. "Aku habis mimpi gak enak Lia", ucap Fitri pada Lia. "Mimpi apa memangnya?", tanya Lia. "Mimpinya itu aneh dan panjang banget", jelas Fitri. Kemudian Lia meminta Fitri agar berdoa semoga itu hanyalah Bunga Tidur. Mereka kembali melanjutkan tidurnya dan singkat cerita pagi pun tiba. Merasa kalau di dalam tenda ini suhunya panas Mereka pun terbangun, bangun bangun ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 9. Setelah bangun itu mereka tergesa-gesa mengingat jadwal Summitnya kesiangan, pagi itu mereka sarapan seadanya karena tidak sempat masak, setelah makan beberapa roti mereka lekas berjalan menuju ke puncak. Singkat cerita sampailah mereka di Puncak Trianggulasi Gunung Merbabu pada jam 12 siang. Di puncak mereka sangat senang walaupun perutnya terasa sedikit lapar karena tadi belum sempat sarapan, di puncak terlihat cukup banyak pendaki lain yang sedang sibuk mengabadikan momen. Mereka pendaki yang ada di puncak itu mendakinya via jalur lain karena di jalur suwanting mereka tidak menjumpai pendaki lain. Setelah puas di puncak mereka kembali turun. Di perjalanan turun tepatnya setelah Puncak suwanting, Lia yang berjalan di Barisan 3 tiba-tiba kakinya terkilir hingga hampir terperosok ke dalam lembah, untungnya dengan sigap Bilal langsung memberi pertolongan, karena kalau tidak bisa-bisa Lia sudah tergelinding kedalam lembah. Dengan cekatan mereka semua memberi Lia pertolongan dan Lia menjelaskan Kalau badannya ini gemetar karena tadi belum sempat sarapan. Maka dari itu dia tidak bisa mengendalikan langkah kakinya. Mereka kemudian menggandeng Lia menuju kembali ke pos 3, sesampainya di pos 3 kurang lebih pukul setengah 3 sore, mereka mengobati kakinya Lia yang waktu itu sedang terkilir. Sambil menunggu keadaan Lia membaik mereka memasak makanan untuk makan, karena sejak tadi pagi mereka belum makan nasi sama sekali. Akhirnya masakan pun matang dan mereka makan. Setelah makan Bilal memberi usul agar bermalam lagi disini, di sisi lain keadaan Lia juga belum sepenuhnya membaik, tapi Irul menolak karena mengingat dia sudah janji pada ibunya Fitri untuk perginya ini cuman 2 hari, jadi mau tidak mau hari ini mereka harus sudah turun. Disitu mereka berdiskusi hingga akhirnya mereka memaksa turun hari ini juga. Perjalanan turun dimulai pada pukul 5 sore, di perjalanan turun Mereka bergantian menggandeng Lia yang waktu itu kondisi kakinya belum sepenuhnya pulih. Jadi jalan turun mereka ini sangat pelan untuk mengimbangi langkah kakinya Lia. Singkat cerita sampailah mereka di area Lembah Manding sekitar pukul 6.30 malam, Sesampai di situ mereka memutuskan untuk istirahat. Nah ketika sedang istirahat di lembah Manding itu tiba-tiba Fitri mencium bau yang sangat wangi, seperti bau wangi bunga melati dan itu sangat menyengat hingga membuat Fitri merasa pusing. Belum sempat dia memberitahukan bau wangi itu pada yang lain tiba-tiba pandangannya ini buram dan membuatnya tidak sadarkan diri, sadar-sadar tiba-tiba Dia sedang berada di sebuah ruangan yang sangat kumuh, dinding dari ruangan itu penuh dengan lumut dan posisinya itu sedang berada di dalam jeruji. Disini Fitri merasa bingung dia ini berada di mana? Dia mendekati jeruji yang mengurungnya itu dan sambil teriak minta tolong tapi tidak ada satu orang pun yang mendengarkan teriakan Fitri bahkan menolongnya. Tempat Fitri terkurung itu seperti di dalam goa yang sangat suram. Karena tidak ada yang menolongnya Fitri terduduk lemas sambil menangis. Tidak lama kemudian terdengar ada suara langkah kaki yang datang, mendengar itu Fitri sedikit lega karena mungkin akan ada orang yang akan menolongnya. Betapa terkejutnya Fitri, ternyata yang datang itu bukan orang yang akan menolongnya melainkan sosok hitam, besar dan matanya lebar. Dia datang untuk memberi Fitri makan. Melihat sosok itu Fitri ketakutan dia memposisikan dirinya di pojok ruangan tempat dia dikurung, lalu sosok itu melemparkan beberapa buah-buahan ke dalam jeruji setelah itu dia pergi. Awalnya Fitri tidak berani makan buah-buahan itu tapi hingga akhirnya rasa lapar mengalahkan rasa takutnya. Hari-hari dilalui Fitri seperti itu, seringkali dia teriak minta tolong Meskipun tidak ada yang respon, termenung, sedih dan ingin pulang, hingga pada suatu ketika dia mendengar ada suara orang yang memanggil namanya tapi Fitri menganggapnya itu hanya makhluk lain sejenis sosok hitam dan besar tadi yang sengaja menggodanya. Datanglah orang yang memanggilnya itu, "Kamu Fitri bukan?", tanya orang itu. Mendengar itu Fitri kaget, kok orang ini ini tahu namanya? Lalu dia menjawab, "Benar kamu kok tahu?" "Aku juga nggak tahu, tadi aku sama kakakmu yang katanya mau bebasin kamu, tapi tiba-tiba ada di sini", jelas Abi. Mendengar itu fitri sedikit lega lalu dia meminta pada orang itu untuk membantunya keluar dari sini, orang itu kemudian merenggangkan jeruji yang mengurung fitri. Melihat orang itu merenggangkan jeruji dengan mudah Fitri heran, besi sekuat itu bisa direnggangkan dengan mudah. NEXT POV IRUL PART 3...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD