Acha membeku, melihat Bu Endah menggerakkan kursi rodanya untuk mendekat. Ia hanya melirik pada Diora tanpa berani bergerak. Dalam hati, gadis itu ingin mengumpat pada anak sambungnya. "Nenek salah paham," kata Diora. Suaranya terdengar kecil, tapi Acha yakin jika ada ketakutan tersendiri di dalamnya. "Salah paham apa? Nenek denger sendiri kamu bilang selingkuh tadi. Sus Arini juga dengar. Iya kan, Sus?" tanya Bu Endah pada suster yang datang bersamanya. "Siapa selingkuhan Mama Acha?" sambung Bu Endah dengan tatapan garang. Acha menelan l*dah dengan tersenyum kaku, lidahnya kelu tanpa bisa menjawab. "Diora mulutnya lemes banget," batinnya. "Nggak gitu, Nek. Nenek marah-marah mulu," keluh Diora. Ia berpikir, bagaimana caranya mengalihkan pertanyaan ini. Otak kecilnya berputar, men

