Empat belas

1783 Words

TAHLILAN Rini masih menyembunyikan dirinya di balik etalase dengan perasaan cemas. Dirinya masih tak percaya dan merasa terkejut dengan apa yang kini tengah di lihatnya. Revan yang katanya sedang melanjutkan pendidikan, mengapa ada di kota ini. Bahkan ini bukan kota tempat Revan melanjutkan pendidikannya. Sedang apa sebenarnya Revan di kota ini. Segudang pertanyaan pun masih mengelilingi kepala Rini, apalagi jika bukan sosok perempuan yang di lihatnya menggandeng lengan Revan. Rasanya ingin menangis, tapi dirinya urungkan. Mengingat ini bukanlah tempat yang tepat untuknya menumpahkan air mata. Rini masih berupaya menahan tangisnya. Batinnya bertanya, siapa perempuan itu? Apakah selama ini pemikirannya benar, jika memang hanya dirinya seorang yang merasakan perasaan lebih dari sekedar sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD