RB 16 "Cintaku, setulus hati Bukan sekedar retorika Bukan hanya sekepulan asa tanpa makna Cintaku, sebuah rasa Yang tak bisa dijabar Namun bisa kau rasakan..." * * Pagi yang hening. Entah berapa lama Atha menatap sosok yang tengah memeluk, melingkarkan tangan dipinggangnya dengan posesif. Bahunya yang lebar, dan dadanya yang bidang terekspos. Benarkah dia melewatkan malam pertamanya dengan laki-laki ini? Sekelumit tanya mampir dibenaknya. Bukan sesal tapi lebih ke perasaan tak percaya, bahwa dia ternyata mampu melewatinya tanpa satupun hambatan dan keraguan. Padahal tiap kali dia melangkah menuju kebahagiaannya, tiap kali itu pula dia merasa ragu, takut dan marah mengekangnya. Ah, Norman Layzuardi inilah yang membuatnya terus melangkah. Dialah soulmate-nya. Atha lebih menye

