Ana dalam Bahaya!

1025 Words

Alex dan Antoni tiba di sebuah kedai kopi langganan Antoni. Kedai kopi sederhana tapi menyajikan berbagai macam menu yang tidak kalah menariknya dengan kedai kopi mahal. Alex sangat suka setiap Antoni mengajaknya kesini. “Hm, sudah lama aku tidak kesini. Kau sangat tahu keinginanku.” “Kita rehat sejenak dari aktivitas yang memberatkan pikiran, hehe.” Ucap Antoni dengan candaan dan disambut tawa oleh Alex. Mereka berdua kemudian memesan kopi dan makan siang. Ditengah aktivitas mereka, Antoni memulai pembicaraan. “Pak, saya tadi melihat Ana menangis di pantry,” Ucap Antoni dengan ragu-ragu. “O ya? Kenapa?” Alex terkejut mendengar cerita Antoni. “Entahlah. Saya bertanya padanya, tapi dia bilang bahwa dia hanya sedang teringat masa lalunya,” “Apa dia menangis karena ku?” Tanya Ale

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD