45 [END]

4558 Words

Perlahan Alya membuka kedua matanya. Ia mengerjapkannya beberapa kali, beradaptasi dengan cahaya yang menyilaukan pandangannya. Ketika sudah menetralisir sepenuhnya, terlihat di kedua matanya, ruangan serba putih dengan aroma obat-obatan yang khas. Rumah sakit. "Sayang, kamu sudah sadar ?" Ketika menoleh, sosok Ibunya berada di sampingnya dengan binar bahagia sekaligus lega. Wanita paruh baya yang tetap cantik itu segera menekan tombol untuk memanggil dokter. Bukan hanya Ibunya saja yang ada disana, ada Ayahnya dan Harris. Semua bernapas lega ketika dokter mengatakan kondisi Alya dalam masa pemulihan. Tak ada bagian vital yang terluka. Dokter beserta suster pamit keluar setelah selesai memeriksa Alya. Alya bingung sendiri, masih berusaha mengingat-ingat kejadian sebelum ia terbaring

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD