Bagaikan menang lotre satu milyar, Rafael bersorak riang di kamarnya sambil mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. Selma menatapnya malas dengan helaan napas lelah. Jam setengah sembilan mereka pamit pulang kepada Rendra. Layla sudah dipulangkan dengan selamat oleh Rafael ke apartemennya barusan. Sekarang hanya tersisa Selma yang menemaninya, bersiap menghubungi sang bodyguard yang selalu menjaga Alya dari kejauhan. "Lo yakin nomornya udah bener ?" Tanya Selma lalu meminum hot chocholate buatan Lily -Ibunda Rafael-. Rafael mengangguk, tatapannya fokus ke layar ponselnya. "Yakin seribu watt. Gue sama Layla udah ngecek bolak-balik sampe mata sakit sendiri." "Kali aja kurang satu angka." Gumam Selma, memilih diam menonton film yang tampil lebar di TV LED milik Rafael. Rafael langsung

