Kenapa dari seluruh laki-laki, harus Rendra yang berhasil meluluhkan hatinya ? Pertanyaan yang sama terus terngiang dalam pikiran Alya. Gadis polos kurang berpengalaman tentang cinta. Namun, pikirannya tak sedangkal itu untuk mengerti dengan perasaan yang mulai membeku dalam hatinya. Sudah kesekian kalinya ia merasakan luka dan mengeluarkan air mata. Sekarang Tuhan mengabulkan harapannya, rasa itu mulai membeku. Benih cinta itu mulai membeku seiring berjalannya waktu. Berkat itu, Alya mulai membenci perasaan yang bernama cinta. Tak ingin merasakannya lagi, tak ingin jatuh di lubang yang sama lagi, tak ingin merasakan luka apapun yang disebabkan oleh cinta. Intinya, cinta sudah menjadi bahasa asing dalam dirinya. Sedangkan Rendra, ia masih terbayang saat-saat ia mengobrol dengan Layla d

