Sejak tadi pagi aku tak bisa fokus ke tugas kantorku. Dikarenakan grogi tingkat dewa jika melihat sosok Rendra. Semuanya masih terasa begitu canggung bagiku. Pertemuanku dengan kedua orang tua Rendra masih membekas di benakku. Mengingatnya kembali membuatku semakin tidak 'waras'. Ditambah lagi dengan gosip yang mulai beredar di kantor. 'Wakil direktur menjalin hubungan serius dengan sekretarisnya sendiri' Hancur sudah mukaku di kantor. Selama ini aku dikenal sebagai karyawan yang bertanggung jawab, profesional dan telaten dalam bekerja. Tak pernah digosipkan hal buruk karena sangat ramah kepada seluruh karyawan dan atasan. Aku bahkan mati-matian menghindari karyawan yang dinilai cogan oleh para karyawati. Namun sekarang semua penilaian itu hancur ketika Rendra merangkul pundakku samb

