Tea terpukau ketika melihat sebuah pistol berada di atas meja riasnya. Gadis itu bisa menebak ini adalah ulah Zack yang selalu mengirimkan benda benda keperluannya. Detik berikutnya terdengar suara ketukan pintu dan muncullah seorang pemuda bersurai hitam dengan pakaian rapi. "Selamat pagi, Tea- uh maksudku Valaria." Tea tertawa kecil mendengar itu. "Jadi kau panggil apa, Dich?" "Zack yang memintanya, jujur aku lebih suka namamu yang lama." jelas Dich. "Kalau begitu mulai sekarang biasakan." pemuda itu hanya mengangguk "Apa kau sudah siap?" tanya Dich "Untuk apa? Latihan?" tebak Tea, "Sedikit percobaan." "Baiklah, aku siap" ujar Tea penuh semangat. "Menjadi seorang agen lebih menantang dari pada anggota mafia." ungkap Dich yang melihat Tea sudah menyiapkan senjatanya. "Oh, sekara

