Malaikat Hitam; 25

1363 Words

"Bagaimana?" tanya Zack pada Dich yang masih sibuk mengotak ngatik mesin pencari. Pemuda bernama Dich itu menoleh sekilas dan kembali menautkan beberapa alat penghubung, "Datanya tersimpan, kita hanya perlu waktu yang tepat." ujar Dich sesaat setelah layar putih di depannya mucul sebuah gambar yang sangat ia tunggu tunggu. "Tinggal beberapa minggu lagi," gumam pemuda bermanik hijau tersebut. Dich mendudukkan dirinya dan teringat satu hal, "Aku dengar kau membuat alat canggih... lagi??" tanyanya seraya bersenderan di kursi empuknya, Zack mengangguk dan menghela nafas, "Alat pengintai," Dich sempat di buat melotot karena ucapan Zack, apa? Alat pengintai lagi?  "Benarkah?" tanya Dich yang masih tidak percaya, "Seperti apa bentuknya?" Zack berdiri dari duduknya dan berjalan ke meja besar yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD