"ciee-cieee yang diminta nomor whats***nya. bahagia banget nih kayaknya. padahal tadi loe minta ke gue..eh gak taunya dia sendiri yang minta nomer loe". goda nanda
" udah ah. malu gue" jawab anin sambil senyum
"malu apa mau. wkwk" goda nanda sambil tertawa.
"udah ah, pesen makanan sono" perintah anin
kemudian nanda memesan 2 bakso dan tak lupa es jeruknya. mereka makan bersama sambil ngobrol banyak, tentang kuliah, tentang kegiatan ekstern dan masih banyak yang lainnya. tak terasa mereka sudah satu jam di kantin. ketika mereka hendak berdiri untuk pergi meninggalkan kantin. Tiba-tiba ada yang datang menghampiri anin dan menyeret anin menuju ke parkiran motor.
"hei, anda siapa ya? main tarik-tarik tangan aja." teriak anin kesal. pasalnya anin gak kenal sama cowo yang sudah menyeretnya.
"udah buruan naik, ikut gue sebentar" perintah cowo itu.
"gak mau gue, emang loe siapa nyuruh-nyuruh gue" tolak anin dengan keras.
"loe naik sekarang, apa gue cium kalau loe gak naik" perintah cowo itu lagi dengan ancaman.
"gak mau ya gue, main ancam-ancaman lagi . gak takut gue sama loe!!!" teriak anin dengan wajah beraninya.
kemudian cowo itu mendekat ke arah anin, mendekatkan wajahnya ke wajah anin. hingga jarak wajah mereka hanya lima centi saja. kedua mata anin melotot dan terkejut. terus anin mundur perlahan dan bilang
"O-oke-oke gue naik sekarang" gugup anin kemudian segera naik ke motor cowo itu
'ternyata gak main-main nih cowo. siapa sih dia? kenal juga enggak main seret-seret aja. habis itu mau dibawa pergi lagi.pergi kemana coba?' batin anin dengan menggerutu
"bagus, good girl!" kata cowo itu. dan dia menaiki motornya dan menjalankan motornya ke arah jalanan.
Setelah 30 menit sampailah motor cowo itu di tepi pantai.
"Ngapain loe ngajak gue kesini?loe siapa juga gue gak kenal?" tanya anin setelah turun dari motor cowo itu.
"Alfero khalid, loe bisa manggil gue fero". jawab fero tanpa memandang anin. Cowo tersebut memandang pantai dengan mata berbinar dan sedikit senyum. sedikit ya gak banyak-banyak.
"ganteng juga nih cowo" batin anin dengan memandang takjub cowo itu. Namun anin langsung menyadarkan dirinya.
"Ngapain loe ngajak gue kesini?" tanya anin sewot.
"Temenin gue, sebentar aja" Jawab fero dengan nada datar kemudian berjalan menyusuri tepi pantai.
Karena anin ditinggal akhirnya dia menyusul fero dan mengikutinya dari belakang. daripada dia sendirian kan takut. nanti kalau ada yang ganggu gimana, pikir anin dengan bergidik ngeri.
karena ini masih siang hari, matahari begitu terik banget. sehingga anin merasa kepanasan.
"aduh panas banget sih, mana baju gue lengan pendek gak pakai jaket lagi" gerutu anin sambil melirik kearah fero.
kemudian fero melepas jaketnya dan memberikannya ke anin.
"nih pakai jaket gue"kata fero datar.
anin terima aja jaketnya daripada dia kepanasan. setelah satu jam berjalan. mereka berhenti di warung pinggir pantai. kemudian memesan dua buah es kelapa muda. anin dan fero duduk berhadapan jadi mereka bisa saling memandang. namun anin yang kikuk dan bingung hanya menundukkan kepala aja melihat ke arah kakinya. keduanya hanya saling diam dan hening belum ada yang mau memulai percakapan.
setelah lima menit akhirnya fero memulai percakapan.
"gue tau nama loe anin, anak pendidikan kimia semester 6. dan loe baru putus kan." kata fero datar dengan memandang ke arah anin.
anin yang mendengar perkataan fero terkejut dan shok.
" darimana kamu tahu?perasaan kita gak pernah ketemu?" tanya anin untuk memastikan darimana fero tau tentang dirinya.