dua bulan kemudian
"aku tak tahu, kenapa aku bisa secepat ini jatuh cinta. padahal kemarin aku baru merasakan patah hati yang luar biasa dalam hidupku" anin meringis memikirkan dirinya yang mudah jatuh cinta untuk pertama kalinya.
anin sedang berada dikampus swasta tempat dia menimba ilmu mengambil jurusan pendidikan kimia. Dia mengikuti kegiatan ekstern kampus di sela-sela kegiatan belajarnya. yaitu kegiatan kemanusiaan yang bernama korps sukarela. ketika dia sedang berjalan menuju tempat kegiatan korps sukarelanya tiba-tiba ada yang menyapanya dari belakang.
"hai anin, lama tak bertemu" davin menghampiri anin dan mekambaikan tangannya.
anin menengok ke belakang dan terkejut.
"hai davin, lama juga tak bertemu. baru nongol ya" jawab anin.
"kamu apa kabar?" tanya davin dengan senyum manisnya.
"aku baik, kamu sendiri gimana?" tanya anin balik
"seperti yang kamu lihat". jawab davin
"aku duluan ya mau ada urusan. jangan lupa tersenyum". lanjut davin lagi kemudian meninggalkan anin.
anin tersenyum kecut dengan ucapan terakhir davin." gue lagi patah hati, malah disuruh tersenyum". batin anin. kemudian anin melanjutkan jalannya menuju tempat korps sukarelanya. disana teman-teman anin menyapanya.
"hai nin, kemana aja baru nongol?" tanya nanda sahabatnya.
"biasalah lagi menenangkan diri. loe kan tau gue habis patah hati gara-gara vino" jawab anin dengan wajah sedihnya.
"yaelah cowo kayak vino gak usah dipikirin, kan loe udah tau dari awal dia cowo kayak apa . masih aja loe pacarin". nanda memeluk anin.
"ternyata cinta itu bikin buta emang bener ya. padahal gue udah tau vino kayak gimana masih aja cinta sama dia". hiks hiks..hiks gue bodoh ya nan?. anin sesegukan dipelukan nanda.
"udah, mendingan loe sekarang fokus sama kuliah loe oke. emang sulit sih ngelupain tapi pelan-pelan pasti kamu bisa. yang sabar ya, tunggu aja pasti kamu bisa menemukan yang jauh lebih baik dari vino" nasehat nanda ke anin.
"eh, tadi aku ketemu davin lho...tambah ganteng aja sih dia" cerita anin ke nanda dengan ekspresi senangnya
"yah elo, lihat yang bening dikit aja langsung lupa kalau lagi patah hati." cibir nanda sambil menoyor kepala anin
"biarinnnn, daripada gue terus mikirin vino yang ada cuma sakit hati doang. eh elo punya nomer whats*** davin gak?minta dong. hehehe" tanya anin sambil nyengir.
"gak punya gue. sana minta sendiri aja". jawab nanda
"ogah ah. gengsi tau, masak cewe minta duluan.
"gaya loe gengsi, sejak kapan seorang anin gengsian" cibir nandar lagi
"yeeee...dari dulu kali..makan yuk nan, laper nih gue...dari pagi gue belum makan" ajak anin
" ya udah yuk, gue juga udah laper" jawab nanda kemudian dia keluar menuju kantin.
ketika mereka keluar, tak sengaja mereka bertemu dengan davin.
"eh ketemu lagi, mungkin kita jodoh kali ya" goda davin sambil mengerlingkan matanya.
"serah loe deh, gue mau pergi" jawab anin sambil terus berjalan
"eh tunggu dulu dong, minta nomor whats*** boleh?" tanya davin.
"mana hp loe sini! daripada ganggu terus" kemudian davin menyerahkan hpnya dan anin mengetikkan nomor whats*** di hp davin.
"nih nomornya, udah ya gue pergi dulu" anin dan nanda langsung meninggalkan davin.
kemudian mereka sampai ke kantin dan mengambil tempat duduk di pojokan.
"ciee-cieee yang diminta nomor whats***nya. bahagia banget nih kayaknya. padahal tadi loe minta ke gue..eh gak taunya dia sendiri yang minta nomer loe". goda nanda
'