bc

Cinta Monyet Masa SMA

book_age4+
0
FOLLOW
1K
READ
sweet
like
intro-logo
Blurb

PART 1.

JATUH CINTA

Intan... sini! bentar aja.. Panggilku setengah berbisik. yang dipanggil maju sembari bertanya "ada apa, kak? Ragu hati ini, maklumlah anak kelas 11 SMA. "bilangin salam ya untuk Monik" ucapku pelan kuatir ada yang nguping. "ahh kak ni, bilang itu aja koq pakai mikir" Shinta senyum - senyum sendiri. Dia sendiri masih di kelas 10 dan Monik ini teman sekelasnya. kalau cantik sih lebih ke Intan dan sebenarnya aku naksir Intan. Giliran ketemu Intan, malah sasarannya jadi Monik. huh..aneh. Intan berlalu dari hadapanku, menyisakan dag-dig-dug hati ini menunggu kabar darinya. Ga tunggu lama dia muncul dari balik tembok, " kak Eric' ...memanggilku menggunakan kode anggukan kepala. Tak tunggu lama, aku bergegas. "dibalas kak. mmmm cie ntar aku buat pengumuman dikelas aku ya kak, hahaha" ledek Intan. "hssssstttt nyet lu, ledekin senior". Intan berlalu sambil senyum senyum sendiri. gila ni bocah 16, ledekin 17 an. Di kelasnya, muka Monik memerah, melihat Intan muncul dari balik Pintu. "hai cin, hmmmmm anjay.. mantaps" Monik meninju pelan lengannya. "bangkeeee...diam lah.aku maluuuu..". keduanya berpelukan berbisik sebentar terus menuju tempat duduk masing masing. Monik terlihat beberapa kali menghela nafas panjang, tambah grogi karena selama pelajaran Sejarah Intan terus meliriknya. "ntar pulang bareng ka Eric" bisik intan. "aku malu" balas Monik berbisik. "ga apa apa, aku jalan dibelakang elu,kikiki.." Monik melotot "kau g*la kikiki..untuk apa? mau jadi Baygon? balas Monik berbisik.

teeeeeeng teeeeeeng teeeeeeng..tanda bel pelajaran berakhir meraung dari speaker kantor sekolah. sedikit gaduh semua berhamburan keluar, yang jelas menunggu pasangan masing masing, pulangnya berduaan seperti sudah menjadi tradisi. lagian pulangnya jalan kaki saja. dekat koq hampir semua anak tinggal dikomplek sekolah palingan sekilo jauhnya. yang jarak diatasnya banyak yang gunakan sepeda motor. Aku menatap satu persatu cewek kelas x yang keluar dari kelasnya, "oh itu dia" aku bergumam sembari menunggu persis di g**g

chap-preview
Free preview
Intan... sini! bentar aja.. Panggilku setengah berbisik. yang dipanggil maju sembari bertanya "ada apa, kak? Ragu hati ini, makl
PART 1. JATUH CINTA Intan... sini! bentar aja.. Panggilku setengah berbisik. yang dipanggil maju sembari bertanya "ada apa, kak? Ragu hati ini, maklumlah anak kelas 11 SMA. "bilangin salam ya untuk Monik" ucapku pelan kuatir ada yang nguping. "ahh kak ni, bilang itu aja koq pakai mikir" Shinta senyum - senyum sendiri. Dia sendiri masih di kelas 10 dan Monik ini teman sekelasnya. kalau cantik sih lebih ke Intan dan sebenarnya aku naksir Intan. Giliran ketemu Intan, malah sasarannya jadi Monik. huh..aneh. Intan berlalu dari hadapanku, menyisakan dag-dig-dug hati ini menunggu kabar darinya. Ga tunggu lama dia muncul dari balik tembok, " kak Eric' ...memanggilku menggunakan kode anggukan kepala. Tak tunggu lama, aku bergegas. "dibalas kak. mmmm cie ntar aku buat pengumuman dikelas aku ya kak, hahaha" ledek Intan. "hssssstttt nyet lu, ledekin senior". Intan berlalu sambil senyum senyum sendiri. gila ni bocah 16, ledekin 17 an. Di kelasnya, muka Monik memerah, melihat Intan muncul dari balik Pintu. "hai cin, hmmmmm anjay.. mantaps" Monik meninju pelan lengannya. "bangkeeee...diam lah.aku maluuuu..". keduanya berpelukan berbisik sebentar terus menuju tempat duduk masing masing. Monik terlihat beberapa kali menghela nafas panjang, tambah grogi karena selama pelajaran Sejarah Intan terus meliriknya. "ntar pulang bareng ka Eric" bisik intan. "aku malu" balas Monik berbisik. "ga apa apa, aku jalan dibelakang elu,kikiki.." Monik melotot "kau g*la kikiki..untuk apa? mau jadi Baygon? balas Monik berbisik. teeeeeeng teeeeeeng teeeeeeng..tanda bel pelajaran berakhir meraung dari speaker kantor sekolah. sedikit gaduh semua berhamburan keluar, yang jelas menunggu pasangan masing masing, pulangnya berduaan seperti sudah menjadi tradisi. lagian pulangnya jalan kaki saja. dekat koq hampir semua anak tinggal dikomplek sekolah palingan sekilo jauhnya. yang jarak diatasnya banyak yang gunakan sepeda motor. Aku menatap satu persatu cewek kelas x yang keluar dari kelasnya, "oh itu dia" gumamku dalam hati. Aku terus menatapnya, itu kode kami umumnya. ga lama berselan Monik menghampiri saya. Deg, ga bisa menyapa apa apa. berselang 2 menit kami terdiam, Monik menunggu responku sambil cubit cubit daun bunga di taman sekolahan. aku menarik napas, mengumpulkan kekuatan terus menyapanya, "Nik.. ayo pulang bareng" Hah,..hanya bilang begitu saja gugupnya sama seperti hadapi Preman 1 kelompok. aneh. hihihi anak labil maklum lah. Monik berbalik, menggangguk kecil lalu mengikuti aku dari belakang menuju gerbang keluar sekolahan. 20 an langkah kami terdiam membisu. semuanya berpasangan saat pulang sekolah. yang pulang sendiri pasti dia jomblo. "Nik,..orang tua kamu ga marah kita pulang bareng" tanyaku memulai perjalanan pulang kami yang kaku (hahaha takutnya sudah sama seperti mau tunangan). sebenarnya itu pertanyaan seadanya saja untuk memecah kebuntuan (persis gol pemain bola). "ga marah kak, hanya pacaran ga apa apa, jangan lebih". timpalnya. "Lebih gimana maksudmu? (konyol kan hhh).. "ga tau pokoknya ortu aku bilangnya begitu, pacaran boleh asal jangan lebih". kami diam lagi. udah 100 meter tersisa 900 meter lagi. ternyata 900 meter sisa nya kami melangkah tanpa suara. tapi bahagia hati ini bukan kepalang. sampai asrama, aku benar benar ceria, persis bocah dapat balon hihihi. semangat dobel ceria dobel. Aku harus sampaikan ke teman teman asrama tentang hal besar ini biar pada tau sehingga terhindar dari pendobelan dan penikungan. hiks, tradisi asrama.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.8K
bc

Kali kedua

read
221.0K
bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook