Naura menegakkan tubuhnya saat merasakan pergerakan dari jari-jari tangan yang sedari 2 jam lalu di genggamnya. "Kaa.." Naura sedikit tercekat saat memanggil nama itu, bukan karena apa-apa ia hanya terlalu bahagia. Dengan pasti Naura beranjak untuk menekan tombol yang berada tak jauh dari jangkauannya, tak lama setelahnya seorang dokter dan perawat datang untuk memeriksa kondisi sahabatnya itu. Naura memandang penuh harap pada dokter yang kini sudah tersenyum menghadapnya, "pasien sudah sadar dari komanya. Hanya saja mungkin badannya akan terasa sedikit pegal dan sulit digunakan, jadi kami mohon bantuannya atau jika memang tak bisa silahkan memanggil suster kami." Naura mengangguk dan tersenyum pada dokter dan suster yang beranjak meninggalkan ruangan Naka. Naura tak bisa menutupi ma

