SENJA 1.7

901 Words

"Jadi?" Naka tak bisa memungkiri udara yang terasa sesak dengan suasana yang menegangkan. "Kak, udah." "Diem Ka, kakak udah bilang kamu harus diem ini urusan kakak." "Tapi ka-" "Nantika." Naka memilih untuk diam saat mendengar Dimas yang sudah menggeram. Bersama sejak kecil menjadikan Naka mengerti kondisi emosi Dimas saat ini. Ia hanya bisa terduduk dengan sesekali melirik pria yang masih tenangnya tak mempedulikan tatapan tajam dari Dimas. Bahkan, dia saja belum berganti pakaian masih menggunakan boxer dan kaos tak berlengan yang memamerkan otot-ototnya membuat Naka sulit bernafas. "Daddy, may Alen go with Mama," suara bocah itu seketika terasa seperti oase di padang pasir yang panas. Naka menghela nafasnya sedikit lega saat melihat Dimas yang duduk di sampingnya memperlihatkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD