SENJA 1.8

805 Words

"Done?" Dimas mendengus saat mendapati tatapan meremehkan milik Gandha. "Jadi, kamu berniat mengambil kesempatan kedua juga?" Gandha mengangguk dengan kedua tangan yang sudah masuk dalam kantong boxernya, "jelas." Dimas mendengus, "Ka?" Gandha juga mengalihkan pandangannya pada Naka saat Dimas memanggil nama wanitanya. Naka menghela nafas pelan, ia beralih menghadap Dimas dan menangkup tangan kekar itu masuk dalam genggamannya tanpa mempedulikan tatapan tak percaya dari pria yang masih berdiri di hadapannya tadi. "Kakak percaya sama Naka?" Dimas mengangguk dengan polosnya. Ia tak bisa memungkiri, sejak kecil pun ia selalu terhipnotis dengan sifat lembut Naka seperti ini. Dia tau, ini Nantika Senja-nya yang sebenarnya. Bukan wanita bar-bar tak tau aturan yang banyak digembar-gembo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD