BAB : 62

1253 Words

Serena menatap Zean seakan sedang menyelidiki sesuatu. Bukan curiga, tapi ia sedang berpikir kalau cowok ini sedang memikirkan sebuah masalah, hingga perasaan itu sampai berefek pada wajah dia. Satu sendok makanan menghampiri mulutnya. Kali ini tak ia terima dan mengelakkan wajah dari sodoran itu. “Ren ...” “Aku udah kenyang, Kak,” ujar Serena ketika Zean kembali mengarahkan makanan itu ke mulutnya dan lagi-lagi ia tolak. Zean tak memaksa. Karena sudah lumayan makanan yang dia telan. Setidaknya tak membuat perut gadis ini kosong. “Kak, ada masalah kah?” “Masalah apa?” “Kamu.” “Aku?” “Kalau ada masalah, bilang padaku.” Zean tediam, kemudian mengarahkan pandangan pada gadis yang masih duduk di atas tempat tidur. Karena kondisi dia yang belum baik-baik saja. Terutama mental dan ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD