Sontak, mendapatkan respon seperti itu dari Serena, membuat Kalina rada cemas. Takut saja malah berefek pada persahabatan keduanya. “Lo jangan, Ren. Gue nggak mau kehilangan sahabat lagi untuk kedua kalinya. Cuman elo yang gue punya,” terang Kalina. “Lo udah bikin Kak Kenzie jatuh cinta, trus lo mau pergi ninggalin dia di sini. Jadi itu maksudnya gimana?” Kalina terdiam, memandang sorot mata yang mulai tak nyaman di pandangan Serena padanya. Seolah dia sedang menangkap sebuah penjelasan darinya. “Lo udah tahu kalau Kak Ken sama gue ...” Serena mengangguk. “Gue nggak tahu dari dia, karena tahu sendiri dia nggak akan pernah terbuka sama gue. Tapi Kak Zean yang bilang. Dan sekarang, gue meyakini sesuatu hal perkara keputusan lo yang mau pergi. Lo sengaja ngehindarin Kak Kenzie, ya?” “

