Sendirian di rumah sakit, membuat Serena merasa bosan. Mencoba turun perlahan dari tempat tidur dan berjalan-jalan di ruangan itu. Bahkan beberapa hari ini, kakinya seolah mati rasa karena hanya diam di kasur. Terlebih pada sikap Zean yang bahkan untuk ke toilet saja, dia malah menggendongnya. Menggerakkan tangannya perlahan, kemudian tersenyum saat rasa sakit itu sedikit demi sedikit mulai berkurang. Tak seperti hari pertama, di mana dirinya seakan mau mati karena menahan sakit. Bagian jemarinya sudah baikan, hanya saja bagian pergelangan tangan yang masih agak kaku. Karena di sana lah titik pendarahan terjadi. “Terharu, tangan gue udah mulai baikan. Setidaknya Kak Zean nggak seenaknya lagi gantiin baju gue,” gumamnya merutuki sikap Zean yang dengan seenaknya menggantikan bajunya.

