BAB : 64

1460 Words

Dihadapkan pada sosok Kenzie memang menakutkan, apalagi akhir-akhir ini. Tapi ketika dihadapkan pada sosok kedua orang tuanya dalam mode horor, itu juga bikin takut. Seperti seorang penjahat yang sedang disidang di depan dua polisi dengan raut tajam. Bahkan ia tak menyangka kalau sepasang suami istri ini akan muncul di depannya. “Jangan menatapku seperti itu dong,” gumam Kalina mencoba mencairkan suasana yang terasa horor. “Kebohongan apa saja yang sudah kamu lakukan dalam beberapa bulan ini, Kalina?” Kalina memutar bola matanya ke arah lain, ketika pertanyaan wanita bernama Alya yang ia panggil dengan panggilan mama itu menghampirinya.  “Kalina!” Bentakan Bagas membuat Kalina tersentak. Suara bass itu membuat goncangan hebat di otaknya. Benar-benar mengagetkan sekali suara papan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD