“Astaga!” Langsung tepok jidat ketika mengingat sesuatu. “Hp gue!” Menggerutu kesal karena lupa kalau Hp nya ketinggalan di mobil tadi saat ke sini. Menghentakkan kakinya karena kesal, tapi langsung mengaduh dan meringis karena lupa akan kakinya yang sakit. “Serius, ini sakit banget. Ya ampun, gue nggak tahan. Pulang adalah jalan terbaik," gumamnya gemetaran karena menahan sakit. Serius, ini lebih sakit daripada sebelum dijahit. Rasanya seperti mau sobek bekas jahitan itu. Beranjak dari posisi duduknya, hendak menuju ke arah gerbang rumah sakit. Apalagi kalau bukan menunggu taksi yang lalu lalang. Itu adalah jalan satu-satunya agar sampai di rumah lebih cepat. Karena enggak mungkin ia balik lagi ke dalam dan meminta bantuan untuk menelepon supir. Setengah perjalanan, dengan langkah te

