Cinta sepertinya memang mudah untuk diucapkan, tetapi tidak akan bisa dirasakan tanpa adanya sentuhan di dalam hati. Aku mungkin belum akan merasa jatuh cinta andai saja Tuhan tidak mempertemukan aku dengan Rezky. Tapi lalu kami bertemu, lalu aku jatuh di hatinya. Dan kini, ketika Tuhan memisahkan aku dengan dia untuk selamanya, itu pun karena cinta. Sebab cintalah yang membuat aku merasakan perpisahan itu. Semua karena dan untuk cinta. Aku kehilangan karena cinta, dan aku mencoba kuat untuk cinta. Pagi, entahlah apakah ini sudah pagi ataukah dini hari, aku tak tahu lagi tentang terangnya hari. Aku hanya tahu gelapnya hari dan padamnya sinar mentari menyadari dia telah pergi dan kini bayangnya yang masih menemani pun 'kan segera menghilang untuk selamanya. Aku rasa aku hanya terpejam

