Aku tidak sanggup untuk memejamkan kedua mata yang memang sudah sangat lesu ini untuk dapat tidur. Hari sudah semakin larut. Kemudian beranjak turun dari tempat tidur, berjalan menuju ke jendela kamarku. Aku menangis perih, "Rezky aku mohon datanglah walau hanya di dalam mimpi aku saja, please." Mataku memejam, kemudian terngiang suaranya yang berkata agar aku mengangkat kedua tangan lurus ke depan dengan mata terpejam, dan merasakan jemarinya yang hangat di jemari aku yang lembut. "Jadi ini tujuan kamu mengajarkan cara seperti ini dengan mengangkat kedua tangan lurus ke depan untuk merasakan sentuhan jemari tanganmu di saat kamu nggak ada. Ini?" tuntut aku yang entah pada siapa. Aku terus menahan tangan dengan posisi yang Rezky ajarkan meski rasanya tangan ini sudah sangat pegal.

