Hari ke tujuh aku tanpa dia. Rasanya kaki ini pun tak mampu lagi menopang tubuh yang rapuh dan layu. Aku semakin tidak mengerti apa yang harus aku lakukan lagi. Berdiri menatap diri di cermin yang mampu menampakkan seluruh tubuh dari ujung rambut sampai kaki, aku sungguh sudah seperti mayat hidup. "Aku harus melawan takdir ini, aku harus bersama dengan dia entah bagaimana pun caranya. Rezky, aku akan menyusulmu agar kita bisa bersama lagi." Ketika Mami sedang sibuk memasak di dapur dan Yansen sudah bersiap untuk pergi ke sekolah meski pun sulit membujuknya untuk pergi ke sekolah bersama ojek langganan. Dan aku berjanji padanya mulai besok aku akan masuk sekolah lagi. Tapi hari ini aku ingin pergi ke sekolah untuk bisa menemukan cara bagaimana aku bisa merasakan keberadaan dia, atau

