SELAMAT MEMBACA
****
REY POV
Semula hidupku benar - benar biasa, bahkan aku selalu berada di zona aman. Hingga suatu ketika pertemuanku dengan seorang gadis cantik, manis, matanya indah dan kulitnya putih itu lah kesan pertamaku saat bertemu dengannya secara tidak sengaja di sebuah Cafe beberapa waktu lalu.
Demi menutupi rasa grogiku aku pun memarahinya, sebenarnya ada rasa menyesal telah memarahi gadis cantik itu. Hingga kejadian malam itu, rasa lelah dan kantuk pun tak tertahankan kemudian tanpa sengaja mobilku menyenggol motor seseorang.
Dan ternyata dia adalah gadis cafe itu, entah siapa nama. Ingin rasanya aku meminta maaf namun lagi - lagi karena rasa egois dan harga diri yang tinggi, aku urungkan niatku itu.
Karena merasa lelah dan malas berdebat, akupun hanya memberikan kartu namaku padanya, berharap dia menghubungiku untuk meminta ganti rugi. Tapi ternyata semua itu salah, dia sama sekali tak menghubungiku. Hingga pada siang itu aku mendapat kabar dari sekretarisku kalau aku punya jadwal rapat dengan perwakilan AD Group untuk membahas masalah tour tahunan wisatawan China. Sebenarnya aku malas untuk membahas hal seperti itu, karena menurutku itu tidak penting. Tapi entah kenapa aku setuju untuk mengikuti rapat itu.
Lagi - lagi tuhan berbaik hati padaku, ternyata perwakilan AD Group yang akan bekerja sama dengan perusahaanku adalah gadis itu, gadis cantik yang tak sengaja kutabrak. Ternyata namanya Sera, nama yang cantik secantik orangnya. Selama dia presentasi dan menjelaskan program kerjanya, aku sama sekali tidak peduli. Hanya satu yang aku pedulikan, yaitu wajahnya yang cantik.
Jadi apa pun yang ia sampaikan aku hanya mengangguk iya iya saja, toh apapun yang akan di program kan AD Group tak akan membuat seorang Rey bangkrut. Setelah rapat selesai kemudian dia berpamitan untuk pulang, sebenarnya aku tidak rela membiarkannya pergi. Tapi apa iya aku harus menahannya dulu lalu membahas kembali tentang kecelakaan itu. Apa yang akan dia katakana nanti.
Setelah dia meninggalkan ruanganku, aku sedikit penasaran dengan gadis itu sepertinya hanya dia perempuan di muka bumi ini yang tidak tertarik denganku. Mungkin kita akan bertemu lagi nona cantik, saat kita bertemu lagi maka aku berjanji akan membuat kamu menjadi milikku.
Beberapa hari setelah kejadian itu, aku mengunjungi pesta ulang tahun Collin Holding Sebenarnya bukan hanya untuk menghadiri pesta ulang tahun tapi kata mommy hari itu juga adalah hari pertunanganku.
Lucu bukan, ya memang kedengaran lucu. Aku bertunangan dengan orang yang tidak kukenal. Bahkan namanya saja aku tidak tau, kata mommy ini kejutan dan mommy merahasiakannya dariku.
Dan tanpa kusangka aku mendapatkan sebuah kejutan yang sungguh luar biasa saat ketua Collin Holding yaitu om Arta memperkenalkan istri dan anaknya. Tentu saja aku mengenal Rehan karena dia adalah sahabat kecilku dulu meski kami sudah sangat lama tidak bertemu selama aku pindah keluar negeri.
Dan tiba saatnya dia mengenalkan anak perempuannya yaitu Sera Aurelys Arta Collin. Dan ternyata dia adalah gadis yang akan ditunangkan denganku. Saat nama ku dipanggil, mommy pun menyuruhku untuk naik ke atas panggung dan menyelesaikan acara pertunangan itu.
Kulihat dia sudah ada di atas panggung dengan balutan gaun merah mudanya yang terlihat manis menurutku. Setelah acara tunangan selesai, aku seperti menyadari sesuatu Sera Aurelys Arta Collin. Tunggu dulu aku seperti mengenal nama itu.
Sera ... Rara ... adiknya Rehan anak nya om Arta ya ampun ...
Jangan - jangan ...
Flashback on
18 tahun yang lalu .......
Terlihat gadis perempuan cantik dengan gaun pink baby, sedang bermain ayunan di taman belakang rumahnya. Tak selang beberapa lama terlihat seorang anak laki - laki menghampirinnya.
"Nemo," panggil anak laki -laki itu.
"Anemone, kamu kok disini?" tanyanya dengan wajah sumringah.
"Kakak mau temenin Nemo yang cengeng ini bermain.”
"Nemo nggak cengeng," ucapnya merajuk.
"Kamu jangan marah dong Nemo, kan Kakak jadi sedih."
"Kakak sih nyebelin."
"Nemo Kakak mau bicara sesuatu sama kamu, tapi janji ya jangan sedih."
"Kakak mau bicara apa?"
"Orang tua Kakak akan pindah ke Jerman dan Kakak harus ikut sama mereka. Sekalian Kakak mau sekolah disana."
"Kamu mau ninggalin aku Anemone, kamu nggak sayang sama aku lagi huwaaaa......."
Tangis gadis kecil itu pecah.
Anak laki – laki yang dipanggil anemone pun di buat kebingungan dengan sifat manja gadis kecilnya, tapi apapun yang dia lakukan sayangnya anemone tetap untuk nemo.
"Kamu jangan sedih dong Nemo sayang, aku kan nggak pergi selamannya. Suatu saat nanti aku pasti kembali. Aku pasti akan jadi anemone yang selalu melindungi nemo nya selamanya." Ucapnya dengan wajah membujuk.
"Nanti aku sama siapa Anemone, terus kapan kamu kembali. Kamu kan udah janji nanti kalau kita udah besar kamu akan jadikan aku pengantin yang cantik,” ucapnya masih dengan isak tangis.
"Kamu janagn sedih lagi dong Nemo, udahan nangisnya. Kan masih ada Rehan. Aku pasti kembali. Tapi aku belum tau kapan aku kembali dan nanti begitu aku kembali, aku janji aku pasti akan jadikan kamu pengantinku yang paling cantik . Jangan sedih lagi ya Nemo sayang, dan tunggu aku."
"Janji ya Anemone, aku pasti tunggu kamu ..."
"Iya..."
Flashback off
Ya tuhan ternyata dia adalah nemo kecilku dulu, nemo cengengku dulu. Lihat sekarang dia adalah tunanganku yang sebentar lagi akan menjadi istriku. Dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Dan apa dia masih mengenaliku, apa dia masih menungguku sesuai janjinya dulu. Bodoh kamu Rey kenapa selama ini tidak mencari tahu tentang dia.
Tiba - tiba aku merasakan pukulan di pundakku dan itu adalah mommy.
"Bagaimana Rey, kamu suka kejutannya?"
"Sangat, sangat suka Mom." Ucapku kepada mommy.
Mommy hanya tersenyum dan berkata.
"Jangan lepas kan dan sia - sia kan dia, bawa dia kembali kesampingmu jangan terlalu sibuk sendiri dengan kerjaanmu."
"Pasti Mom, itu pasti."
"Ingat Rey buat dia jatuh cinta lagi sebelum hari pernikahan kalian dua bulan lagi."
Mommy pun pergi meninggalkanku sendirian dan aku kembali menatap gadisku itu yang sedang berbincang dengan Rehan.
Apa jangan - jangan dia tidak mengenaliku, benar saja jika itu terjadi karena memang sudah 18 tahun bahkan aku pun tidak mengnali wajahnya saat pertama bertemu. Mungkin saja dia sudah lupa akan janjinya dulu. Baiklah Nemo sayang, kalau kamu lupa aku pastikan kamu akan mengingatku lagi dan aku akan menjadikanmu pengantinku yang tercantik.
Aku pun mendekatinnya dan menyapanya, ternyata benar dia tidak mengnaliku lagi.
Tapi tenang saja, mommy bilang pernikahan kami sebentar lagi. Tuhan benar - benar mencintaiku, entah apa yang kuperbuat dimasa lalu hingga aku mendapatkan keberuntungan seperti ini.
Tunggu aku Nemo sayang ...
Kamu hanya milikku seorang ...
*****BERSAMBUNG *****
WNG, 14 JULI 2020
SALAM
E_PRASETYO