Prolog
Plakk
Sebuah tamparan mendarat di pipi wanita itu.
Kamu telah mempermalukan keluarga saya!
Hiks hiks
M- maaf ma aku hiks di jebak.
Jelas nya lirih
Jangan panggil saya dengan kata mama. Mulai detik ini saya tarik seluruh kasih sayang yang sudah saya kasih ke kamu.
Tapi ma ak-
Siapa ayah dari anak haram itu!
Belum sempat menyelesaikan, perkataanya langsung di potong oleh seseorang
Kali ini bukan Vena, melainkan Fandi ayahnya.
Aku ga hiks tau yah...
Kamu cari orang itu sampai ketemu!
Iya yah.
Apa jaminanya jika kamu tidak bisa menemukan orang itu? Tanya vena
A-anak ini mah aku akan taro anak ini ke kalian, kalo aku udah ketemu ayahnya aku bakal ambil lagi.
Itu artinya kamu menyuruh kami untuk merawatnya?
Tanya vena lagi sambil menunjuk bocah 8 tahun yang di sekujur tubuhnya terdapat memar dan luka goresan. Sudah di pastikan ia selama ini sering di pukuli.
gak ma... Kalian boleh melakukan apapun itu ke dia.
Kini gadis yang memiliki kecantikan bak Dewi yunani itu menangis sejadi" nya.
Ia tidak pernah menyangka ibu nya akan melakukan hal ini.
Jika ia sering di pukuli, di siksa, bahkan pernah di suruh tidur di luar rumah pun masih di terima.
Namun ini ibunya sendiri yang menelantarkannya bahkan menjadikanya jaminan.
Pergi kamu.
Iya mah..
Jangan panggil saya mama, panggil saya nyonya.
I-iya nyonya.
Setelah kepergian freya dari rumah mewah nan megah itu vena kini menatap anak itu dengan tatapan menjijikan, walau ia tau itu adalah cucu kandungnya.
Mulai sekarang kamu jadi pembantu di rumah ini!
Dan tidak ada bayaran untuk kamu.
Perintahnya yang di balas anggukan kecil.