Olive yang Mengalah

1516 Words

Bisa dikatakan suatu keberhasilan bagi seorang Abian untuk membuat Olive yang pemarah itu bahagia. Ia lega karena Olive menyukai pemandangan yang ia tunjukkan. Mungkin dulu ketika pertama kali Abian melihat pemandangan kota malam itu, raut wajahnya sama persis seperti Olive. Terkadang waktu yang sudah lama berlalu, masih tidak bisa untuk mengikis kenangan yang tersisa. Begitulah memori manusia mengingat dengan baik hal yang berkesan, ketika terkadang fikiran bisa lupa untuk beberapa hal kecil. Ajaib bukan? Ketika turun, langkah kaki Olive tidak terasa terlalu berat, Abian berjalan di belakangnya. Masalahnya perut Olive ternyata tidak bisa di ajak kompromi, lelah yang ia rasakan menguras setengah energinya. Ia merasa belum puas dengan makanan yang sudah ia makan beberapa waktu lalu. Oliv

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD