Ancaman Baru

1089 Words

Edgar terlempar jauh menubruk dinding tembok istana presiden. Ia meringis kesakitan, perlahan beranjak berdiri dan mendorong runtuhan dinding yang telah hancur itu. Arlan yang juga berada di bawah runtuhan bangkit dengan cepat. Kembali menyerang Edgar yang belum siap sama sekali. Cowok itu menyeret tubuh Edgar sepanjang halaman dengan cakaran tangannya yang semakin dalam di tulang selangka membuat Edgar menggigit rahang menahan sakit. "Kau akan mati hari ini," kata Arlan tersenyum miring, kini berhenti dan mengangkat tubuh Edgar dengan mencekik pemuda itu kuat. Edgar berusaha melepaskan cengkraman Arlan, kedua kakinya bergerak-gerak di udara mencari tumpuan. Ia berusaha untuk melawan, namun kekuatannya seperti terkuras habis. Arlan tergelak sendiri, menatap raut memerah padam Edgar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD