Suasana dalam ruang tamu itu nampak tegang, Jerry berulangkali melirik ke dalam lorong rumah yang menyatu dengan ruang makan dan dapur. Ia menggigit rahang kuat, melangkah cepat dan menghadang jalan Arlan yang sontak menatapnya dingin. “Kau ngapain ke sini, bukannya tadi kau harus bertemu presiden dan bernegosiasi dengannya? Kenapa kau malah di sini?” Tanya Jerry berusaha mengalihkan perhatian Arlan. “Ck, tadi aku harus bertarung dengan salah satu temannya Theodoric. Mereka semua nampak gemetar ketakutan saat berhadapan dengan aku,” kata Arlan terkekeh pelan, “apa kekuatanku benar-benar menakjubkan sampai orang-orang itu ketakutan?” Jerry sontak tertawa hambar dengan bertepuk tangan heboh sendiri. “Tentu saja, kau, aku, Elma dan Jackson tidak terkalahkan sekarang. Kita semua punya kekuat

