41. Siap Untuk Bergerak

1315 Words

Aku pikir Rheef akan membawaku ke kantor seperti biasa. Saat mobilnya berhenti tepat di depan rumahku, dan aku masuk tanpa banyak bertanya. Namun sejak lima belas menit pertama perjalanan, aku mulai sadar arah yang kami tempuh bukan menuju gedung perusahaan di mana aku bekerja. “Rheef,” panggilku pelan, mencoba terdengar santai walau jantungku mulai tak tenang. “Ini bukan jalan ke kantor.” Dia tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap lurus ke depan, kedua tangannya mantap menggenggam kemudi. “Aku tahu,” katanya akhirnya. Hanya dua kata itu. Aku menoleh penuh tanya, tapi ekspresinya terlalu serius untuk kuganggu dengan protes panjang. Mobil terus melaju, meninggalkan jalanan utama kota dan berbelok ke kawasan yang lebih sepi, dipenuhi rumah-rumah besar dengan pagar tinggi. Beberapa m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD