Sepuluh - Revan

3103 Words

Gue nggak perlu bertanya untuk mengetahui kalau Calista lagi marah sama gue. Sekalipun Calista bukan tipe perempuan yang akan melakukan hal-hal menyebalkan ketika dia sedang ngambek dan cenderung terlihat normal seperti biasanya, tapi gue selalu tahu setiap Calista ngambek.            Seperti sekarang. Sejak keberangkatan kami ke Macau, gue merasa Calista nggak banyak bicara seperti sebelumnya. Biasanya, Calista akan sering menanyakan atau mengatakan sesuatu yang terlintas di kepalanya, atau bahkan mengajak gue bercanda.            Tapi dari tadi, bahkan sampai kami tiba di Macau dan sudah berada di kamar hotel, Calista cuma bicara seperlunya. Masih dengan keramahan yang sama, tapi gue jelas bisa merasakan jarak yang sengaja dia bentang di antara kami.            “Kamu marah?”          

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD