BAB 48

1688 Words

BAB 48 Semua orang sudah duduk di ruang tengah sekarang. Kondisi yang sempit membuat semuanya duduk pada tepian tembok dan melingkar. Vania tak bisa menghindar, dia hanya duduk menunduk sambil diam. Sementara itu, Azzam menjelaskan semuanya agar tak jadi salah paham. “Tadi saya hanya sedang membetulkan lampu. Baru habis salat zuhur ketika terdengar Nia menjerit di ruang tengah. Rupanya ada arus pendek dan lampu terbakar. Umi baru saja pergi mau membeli teh, hanya ke warung depan sebetulnya. Jadi, kesannya kami cuma berdua.” Semua duduk diam menyimak penjelasan Azzam. Lelaki itu kembali melanjutkan ucapannya. Dia pun melanjutkan ucapannya. “Nia membantu memegangi kursi yang ditumpuk, karena saya tak sampai ketika hendak mengganti lampunya. Namun, mendengar ucapan salam, Nia malah hendak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD