BAB 47

1406 Words

BAB 47 Hangga Wijaya yang sudah tersadar beberapa saat lalu dari efek obat, tergelak ketika mendapati permintaan Niki. Perempuan yang masih terbaring nyaman di sampingnya itu masih melingkarkan tangan pada perut Hangga. “Hanya itu permintaanmu, Sayang? Aku bisa memberikannya lebih, tetapi tidak sekarang, ya. Kita harus hancurkan dulu Gasendra.” Hangga memiringkan tubuhnya dan menatap perempuan yang menatap manja itu. “Buktikan dulu. Aku gak percaya.” Niki menaikkan satu alisnya ke atas. Dia beringsut bangun lalu turun dari tempat tidur dan menuju lemari pakaian. “Aku pasti akan membuktikannya setelah kamu menolongku membuat hancur keluarga Gasendra. Aku janji, Sayang.” “Aku gak percaya. Aku akan membantu kamu setelah kamu memasukkanku dalam akta notaris perusahaanmu. Jadikan aku dire

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD