BAB 46

1475 Words

BAB 46 Vania masih menolak untuk pulang. Dia masih berkeras untuk tinggal bersama Umi Masitoh. Kondisinya sekarang sudah sedikit tenang setelah tadi diberikan obat oleh tim yang datang. “Aku belum siap bertemu ayah dan ibu. Kalian pulanglah. Aku masih belum mau pulang.” Kasih melirik pada Evan. Namun, suaminya itu tampak menyerahkan kembali keputusan padanya. “Ayah sakit, Mbak. Setidaknya jenguklah dia. Dia sakit karena memikirkanmu.” Kasih menatap Vania. Meminta kakaknya itu memikirkan juga kondisi ayahnya. “Enggak, aku gak bisa ketemu mereka dulu. Berikan aku waktu. Aku butuh sendiri.” Vania menolak. Tatapannya kosong dengan air mata yang sesekali luruh. Kasih menghela napas panjang. Namun, genggaman tangan Evan membuatnya menoleh. “Berikan dia waktu, Sayang.” Kasih kadang geram

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD