BAB 45

1693 Words

BAB 45 “Sepertinya Nia depresi, Mas Evan. Dia hampir atau sudah diperkosa ketika saya tolong waktu itu.” Azzam menatap Vania dengan iba. “Astagfirullah ….” Kasih hampir saja tumbang ketika mendengar kalimat yang Azzam ucapkan. Beruntung Evan sigap menangkap tubuhnya yang gemetar menahan isak. “Sayang, kamu duduk dulu, ya.” Evan menggandeng Kasih lalu mendudukkannya pada sebuah kursi. “Apakah Mas Azzam sudah buat laporan terkait kejadian itu?” Evan menatap Azzam dengan lekat. Lelaki yang ditatapnya menggeleng. “Saya rasa yang lebih berhak membuat laporan, Mbak Vanianya sendiri atau dari pihak keluarga dan bukan saya, Mas. Namun, Mbak Vania sendiri menolak diperiksa ke dokter apakah benar mereka telah berhasil melakukannya atau belum. Hanya saja ketika saya dan teman-teman datang waktu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD