20

2871 Words

Jam empat sore, saatnya Venus pulang. Namun, dia masih enggan meninggalkan kubikelnya. Khawatir, jika Adrian benar-benar menunggu kepulangannya.  Adrian benar-benar sulit untuk dikalahkan. Venus bahkan tak sadar, sejak kapan dia mulai berperang melawan Adrian, yang jelas Venus tidak akan mundur—perang ini akan dimenangkan Venus dengan cara apa pun. ″Hei, kok malah bengong.″ Suara Winda berhasil mengembalikan Venus ke alam sadarnya. ″Oh,″ ucapnya sembari memandang wajah Winda yang nampak bingung. ″Jangan cuma oh gitu.″ Venus berusaha terlihat sewajar mungkin. ″Kamu belum pulang?″ ″Aku yang harusnya tanya ke kamu, ′kenapa kamu belum pulang juga?′ hah.″ ″Dia tuh nungguin Romeo,″ sahut seseorang. Winda mengerutkan kening. ″Bener? Apa yang dikatain Johan itu?″ Venus mulai mempertimbang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD