19

1915 Words

Venus tidak bisa tidur, berkali-kali dia berusaha memejamkan kedua matanya. Berharap dengan melakukan hal tersebut, dia akan segera pergi menuju dunia mimpi. Nyatanya, rasa kantuk tak kunjung datang, satu-satunya yang ada di benak Venus hanyalah sosok Adrian dan Romeo yang silih berganti memperebutkan perhatiannya.  Pusing. Venus merasa kepalanya akan hancur.  Tidak bisa dimengerti. Pertama, Romeo yang dulu tidak dikenalnya, pria itu justru mampu membuka pintu yang Venus tutup rapat di dalam lubuk hatinya. Menyelinap begitu saja, lalu mengurai seluruh kebekuan yang Venus ciptakan untuk dirinya sendiri. Cara Romeo bersikap, dia benar-benar mampu membuat Venus merasa nyaman. Dan yang kedua, Venus merasa tak berdaya di hadapan Adrian. Pria yang seharusnya dibenci Venus itu, bagaimana bisa V

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD